Cuaca Ekstrem Landa Mataram dan Lombok Barat, Ratusan Warga Mengungsi

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Senin, 7 Juli 2025 - 02:00 WIB

50699 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo | cut | Google

Photo | cut | Google

LOMBOK BARAT | insetgalusnews.com | Cuaca ekstrem melanda Kota Mataram dan Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu sore (6/7/2025). Hujan deras disertai angin kencang dan petir sejak siang hari menyebabkan banjir di sejumlah kawasan padat penduduk, merusak infrastruktur, dan memaksa ratusan warga mengungsi.

Banjir dengan ketinggian antara lutut orang dewasa hingga dua meter merendam sejumlah permukiman, termasuk Perumahan Riverside di Kelurahan Selagalas, BTN Sweta, Perumahan Taman Mandalika, Lingkungan Karang Kecicang, hingga kawasan Getap, Kecamatan Cakranegara. Derasnya arus juga menghanyutkan sedikitnya tiga unit mobil yang terparkir di pinggir jalan.

Sejumlah ruas jalan utama di Kecamatan Sandubaya dan Cakranegara lumpuh total akibat genangan air. Selain itu, tembok pembatas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sandubaya dilaporkan roboh.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pohon tumbang terjadi di beberapa titik, seperti di Jalan Langko dan Jalan Pejanggik, membahayakan pengguna jalan dan menambah kepadatan lalu lintas.

Kepala Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid, Satria Topan Primadi, menjelaskan bahwa hujan ekstrem ini dipicu oleh aktivitas awan Cumulonimbus yang berkembang pesat di atas Pulau Lombok. Berdasarkan pantauan radar cuaca, hujan mulai turun sejak pukul 11.00 WITA dengan intensitas ringan hingga sedang, dan mencapai puncaknya sekitar pukul 13.00 WITA hingga menjelang petang.

“Curah hujan tercatat antara 60 hingga 100 milimeter. Kondisi ini diperparah oleh kelembapan udara yang sangat tinggi di lapisan 850–700 milibar, yakni mencapai 70–90 persen,” jelas Topan.

Ia menambahkan, kondisi atmosfer di wilayah NTB saat ini masih labil akibat pengaruh gelombang atmosfer berfrekuensi rendah dan aktivitas gelombang ekuatorial. Hal ini menyebabkan terbentuknya awan hujan meski NTB secara klimatologis sedang memasuki musim kemarau.

Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan masih terus melakukan evakuasi terhadap warga terdampak banjir. Belum ada laporan korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan cukup besar.

Ant | insetgalusnews

Berita Terkait

Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam OTK di Bandara Karel Sadsuitubun
Ketua DPRK Gayo Lues Raih Penghargaan Internasional di Bali
Penalty Casino Avis Et Analyse
Эльдорадо казино на деньги онлайн казино с честными условиями
Eldorado casino регистрация онлайн казино с мгновенным доступом
Eldorado онлайн казино играть в казино без сложностей
Эльдорадо казино официальный сайт удобный сайт для онлайн игры
Эльдорадо Казино Онлайн Рабочее Зеркало Для Входа И Регистрации Сегодня

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:51 WIB

Jalan Blangkejeren-Kutacane Kembali Longsor, Pengguna Jalan Diminta Waspada

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:42 WIB

42 Santri Al Bunayya Ikuti Haflah Takrim, Karmilawati Tuntaskan Hafalan 30 Juz

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:24 WIB

Peringati Tahun Baru Islam, Santri Bunayya Tampilkan Tari Saman Cilik dan Raih Penghargaan Prestasi

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:55 WIB

Petani Resah, Harimau Dilaporkan Berkeliaran di Pegunungan Blang Pegayon

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:29 WIB

Ridwansyah SP, Budaya “Panglo” Kearifan Lokal Menekan Biaya Tanam Kopi

Senin, 25 Mei 2026 - 12:13 WIB

Bantuan Bibit Kopi Pemerintah Picu Kebingungan Petani soal Aturan Hutan Lindung

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:01 WIB

Harimau Sumatera Serang Warga di Gayo Lues

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:11 WIB

Kunjungi Gayo Lues, Kapolda Aceh Minta Polisi Perkuat Pelayanan ke Masyarakat

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan