GAYO LUES | insetgalusnews.com | Pemerintah Kabupaten Gayo Lues bersama seluruh elemen yang memiliki akses dan koneksi ke pemerintah pusat didesak segera mengambil langkah tegas agar BUMN PT Hutama Karya (HK) memobilisasi penuh peralatan berat untuk menangani bencana hidrometeorologi di ruas jalan nasional Blangkejeren-Kutacane. Desakan ini khususnya ditujukan pada titik-titik rawan di wilayah Tetumpun, Serkil, dan Begade Empat, Kecamatan Putri Betung.
Desakan tersebut menguat menyusul kembali terjadinya longsor di kawasan Begade Empat, kemarin Sabtu (3/1/2026). Hingga hari kedua pascalongsor, Minggu (4/1/2026), belum terlihat aktivitas alat berat milik PT Hutama Karya di lokasi kejadian. Akibatnya, akses jalan nasional terputus dan distribusi logistik menuju Kabupaten Gayo Lues kembali terhambat.
Sejumlah warga yang terjebak di Kecamatan Putri Betung mengaku kecewa atas lambannya penanganan. Mereka menilai keterlambatan mobilisasi alat berat menimbulkan keresahan, mengingat jalur Blangkejeren-Kutacane merupakan satu-satunya akses utama penghubung Kabupaten Gayo Lues dengan Aceh Tenggara.
“Sudah dua hari jalan tertimbun longsor, tapi belum ada alat berat yang bekerja di sini. Kendaraan dan logistik tidak bisa melintas. Alat yang terlihat bekerja hanya di wilayah Serkil dan Tetumpun, sekitar 4 unit” ujar seorang warga di lokasi kejadian.
Warga juga menilai hingga sebulan pascabencana hidrometeorologi, penanganan ruas jalan nasional tersebut belum menunjukkan hasil yang signifikan. Upaya yang dilakukan masih bersifat darurat, berupa pembersihan dan penimbunan material longsoran tanpa disertai penanganan teknis jangka menengah, seperti pembangunan trase alternatif atau pengalihan alur sungai yang terus menggerus bagian bawah badan jalan.
Kondisi tersebut menyebabkan jalur darurat yang telah dibuka kerap kembali longsor setiap kali debit air sungai meningkat. Aliran air mengikis bagian bawah timbunan, sehingga memicu ambrolnya tanah di bagian atas badan jalan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama seluruh elemen yang memiliki akses ke pemerintah pusat-baik melalui partai politik maupun perwakilan di parlemen-lebih aktif berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta PT Hutama Karya. Penanganan diharapkan dilakukan secara menyeluruh, terukur, dan berkelanjutan guna menjamin keselamatan serta kelancaran mobilitas warga.
Hingga berita ini diturunkan, insetgalusnews.com masih berupaya mengonfirmasi pihak PT Hutama Karya dan instansi terkait mengenai keterlambatan mobilisasi alat berat serta rencana penanganan lanjutan di ruas jalan nasional Blangkejeren-Kutacane.
Redaksi | insetgalusnews.com
*Berita ini dibuat pukul 7.30 WIB, Minggu (4/1/2026).
*Alat escavator yang dikerahkan milik lokal
*Jumlah 4 alat berat


































