“Di Senyap Gedung Rakyat”

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Rabu, 2 Juli 2025 - 21:52 WIB

50325 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Di Senyap Gedung Rakyat”

By Malik Lingga

Di tengah lembah Gayo Lues yang pilu, ekonomi terhuyung, harapan pun layu. Tak lagi terdengar nyanyian pasar, yang ada hanya sunyi, menggantung di udara.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gedung tinggi di Blangkejeren berdiri, megah namun tak bersuara, tak peduli. Mobil lalu-lalang tanpa arah, sementara perut rakyat makin susah.

Proyek diam, tak ada tangan yang meneken, gaji tertunda, hidup makin tertekan. Namun ruang legislatif hening membatu, dalih efisiensi jadi selimut semu.

Wahai para wakil yang duduk di sana, rakyat menunggu, bukan drama, tapi sikap, nyali, dan suara. Tak cukup rapat tanpa makna, tak cukup hadir hanya di daftar nama.

Hakmu bertanya, hakmu menyelidik, kemana itu semua saat rakyat tercekik? Apakah lupa? Atau pura-pura tidak tahu? Ataukah nyaman di balik ruang semu?

Sementara itu, Kutepanyang dan Putri Betung, menyemai harap di ladang yang agung. Mereka menanam bukan karena kaya, tapi karena mereka tak hidup dari rapat dan wacana.

Namun tak semua punya ladang dan tanah, banyak yang menggantung hidup pada anggaran yang entah. Inilah waktunya kau berdiri, wahai DPRK, bukan diam, bukan menunduk, bukan menyeka muka.

Diam di saat ini, bukan lagi netral, tapi pengkhianatan hak konstitusi. Karena bagi rakyat, ini bukan soal kuasa, tapi soal nasi, soal anak sekolah, dan harga sembako yang tak bisa ditunda.

Bangkitlah dari kursi nyamanmu, lihatlah rakyat di ujung kampung dan dusun bisumu. Mereka tak butuh janji baru, hanya hak yang tertunda dan masa depan yang layu.

Jangan biarkan sunyi ini jadi nisan, bagi harapan Gayo Lues yang kian terpinggirkan. Karena jika pengawasan ikut diam, maka matilah suara rakyat dalam gelap yang dalam.

Blangkejeren, 2 Juli 2025

Berita Terkait

“Gegurun” Saat Ruh Turun dan Tubuh Jadi Kuat
“Nyarang!”
Selsung: Salam Sakral di Tengah Rimba Gayo
Syair, Gerak, dan Tauhid: Menelusuri Akar Sufi Tari Saman
BAEN ITEM: Penjaga Bayangan Jiwa Dari Gayo
APAH ONOT: Makhluk Jelmaan
Kisah Menyentuh dari Tanah Huruf: Antara Gelar dan Makna
Membaca Ulang Cerita Rakyat. Yang Disembunyikan Dibalik Senyum Kancil

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:51 WIB

Jalan Blangkejeren-Kutacane Kembali Longsor, Pengguna Jalan Diminta Waspada

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:42 WIB

42 Santri Al Bunayya Ikuti Haflah Takrim, Karmilawati Tuntaskan Hafalan 30 Juz

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:24 WIB

Peringati Tahun Baru Islam, Santri Bunayya Tampilkan Tari Saman Cilik dan Raih Penghargaan Prestasi

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:55 WIB

Petani Resah, Harimau Dilaporkan Berkeliaran di Pegunungan Blang Pegayon

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:29 WIB

Ridwansyah SP, Budaya “Panglo” Kearifan Lokal Menekan Biaya Tanam Kopi

Senin, 25 Mei 2026 - 12:13 WIB

Bantuan Bibit Kopi Pemerintah Picu Kebingungan Petani soal Aturan Hutan Lindung

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:01 WIB

Harimau Sumatera Serang Warga di Gayo Lues

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:11 WIB

Kunjungi Gayo Lues, Kapolda Aceh Minta Polisi Perkuat Pelayanan ke Masyarakat

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan