GAYO LUES | insetgalusnews.com | Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gayo Lues bersama Tim Basarnas Aceh terus mengupayakan evakuasi seorang pendaki yang meninggal dunia di kawasan Pegunungan Leuser, Jumat (10/4/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Gayo Lues, Muhaimini, mengatakan korban diduga meninggal akibat hipotermia atau kondisi penurunan suhu tubuh secara drastis saat melakukan pendakian.
“Korban diduga meninggal karena kedinginan. Secara medis disebut hipotermia,” ujar Muhaimini.
Ia menjelaskan, kondisi di puncak Gunung Leuser cukup ekstrem, terutama pada musim penghujan. Selain berada di ketinggian lebih dari 3.000 meter di atas permukaan laut, kawasan tersebut memiliki tingkat kelembapan dan curah hujan yang tinggi.
“Pada musim hujan seperti sekarang, suhu di puncak bisa mencapai sekitar 10 derajat Celsius,” katanya.
Menurut Muhaimini, proses evakuasi saat ini dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan keselamatan tim. Cuaca buruk menjadi kendala utama, bahkan menghambat upaya evakuasi melalui jalur udara.
“Kondisi cuaca sangat ekstrem, sehingga helikopter tidak memungkinkan untuk digunakan,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Pos Basarnas Aceh wilayah Kutacane, Bustami Amri, mengatakan evakuasi darat menjadi satu-satunya opsi yang dapat dilakukan saat ini.
Ia menyebut tim penyelamat akan bergerak secara estafet menuju lokasi korban dengan harapan dapat bertemu dengan rombongan pendaki lain yang turun membawa korban.
“Evakuasi dilakukan secara estafet. Tim akan mendaki secara perlahan dan diharapkan bisa bertemu di tengah dengan pendaki yang menandu korban turun,” kata Bustami.
Redaksi | insetgalusnews


































