GAYO LUES | insetgalusnews.com | Hingga hari ke-26 bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Gayo Lues, kebutuhan sehari-hari masyarakat masih terganggu akibat kelangkaan gas LPG 3 kilogram bersubsidi. Kelangkaan ini telah berlangsung hampir 26 hari pascabanjir bandang dan tanah longsor, sehingga memaksa ratusan warga mengantre sejak pagi di sejumlah pangkalan gas, Sabtu (20/12/2025).
Pantauan di lapangan menunjukkan, pasokan gas LPG bersubsidi disalurkan di dua titik di Kecamatan Blangkejeren, yakni di Masjid As-Shalihin dan pangkalan LPG Kampung Gele. Di kedua lokasi tersebut, warga terlihat mengantre secara tertib demi mendapatkan gas LPG.
Siti (32), seorang ibu rumah tangga, mengaku harus menunggu cukup lama untuk memperoleh gas LPG. Ia menyebut telah mengantre sejak pagi hari.
“Saya sudah antre sejak pagi, hampir tiga jam baru dapat gasnya,” ujarnya.
Akibat kelangkaan LPG, sebagian warga terpaksa kembali menggunakan kayu bakar untuk memasak. Meski demikian, masuknya pasokan gas ke wilayah Gayo Lues disambut positif oleh masyarakat, walaupun harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengantre.
Pemerintah daerah bersama pihak terkait diharapkan dapat memastikan distribusi LPG bersubsidi berjalan lancar agar kebutuhan masyarakat pascabencana dapat terpenuhi secara merata.
Redaksi | Noviel Wijayandi


































