GAYO LUES | insetgalusnews.com | Per Senin (5/1/2026) pukul 09.00 WIB, kondisi di wilayah Begade Empat dilaporkan belum tersentuh, jalur lintas utama Blangkejeren-Kutacane masih belum dapat dilalui akibat longsor susulan yang terjadi di sejumlah titik. Kondisi terparah dilaporkan berada di wilayah Begade Empat dan Tetumpun, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues.
Kapolres Gayo Lues melalui Kapolsek Putri Betung, Ipda Novrizal SH menyampaikan, di wilayah Begade Empat, badan jalan tertutup material longsor berupa batu-batu besar dengan ukuran mencapai tiga pelukan orang dewasa. Sementara itu, longsor susulan di kawasan Tetumpun hingga kini juga belum berhasil ditembus.
“Hingga saat ini, material longsor masih menutupi badan jalan. Di Begade Empat batu-batu besar menutup total akses, dan di Tetumpun kondisi longsor susulan juga belum tertangani,” ujar Ipda Novrizal.
Berdasarkan hasil koordinasi unsur Muspika Kecamatan Putri Betung bersama pihak pengelola jalan dari PT Hutama Karya, disepakati peralatan akan dimaksimalkan untuk penanganan di wilayah Tetumpun dan Begade Empat. Namun, alat berat yang bergerak dari arah Serkil menuju Begade Empat dilaporkan tertahan karena masih melakukan pengerjaan di Tetumpun. Sementara itu, hingga kini belum ada alat berat yang bergerak dari arah Blangkejeren menuju Kutacane.
Menyikapi hal tersebut, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk sementara waktu menunda perjalanan ke luar daerah melalui jalur Blangkejeren–Kutacane hingga akses kembali normal.
“Kami mengimbau masyarakat agar menunda perjalanan demi keselamatan, karena kondisi jalur masih sangat berisiko,” tegas Kapolsek Putri Betung.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi insetgalusnews.com masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak PT Hutama Karya selaku pengelola ruas jalan nasional Blangkejeren-Kutacane terkait progres penanganan longsor serta keterbatasan mobilisasi alat berat di wilayah Begade Empat dan Tetumpun.
Redaksi | insetgalusnew


































