Harga Robusta Menguat, Pengusaha Kopi Lampung Anjurkan Petani Galus Pilih Jenis Tanaman Sesuai Ketinggian Lahan

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Senin, 27 Oktober 2025 - 13:45 WIB

501,002 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar: Kebun Kopi Anuar Porang Lembah Kodim, Aih Sejuk-Blangkejeren, Senin (27/10/2025) | doc | Anuar |

Gambar: Kebun Kopi Anuar Porang Lembah Kodim, Aih Sejuk-Blangkejeren, Senin (27/10/2025) | doc | Anuar |

GAYO LUES | insetgalusnews.com | Kenaikan harga kopi robusta di tingkat petani dinilai sebagai peluang bagi daerah penghasil kopi yang memiliki wilayah bercorak ketinggian berbeda, seperti Kabupaten Gayo Lues. Permintaan robusta global meningkat dalam dua tahun terakhir, berdasarkan data International Coffee Organization (ICO), terutama untuk kebutuhan industri kopi instan.

Dihubungi melalui selulernya, Senin (27/10/2025), Direktur PT Gayo Coffe Nusantara di Lampung, Eka, menyebut harga green bean robusta saat ini untuk grade 1 di Lampung telah mencapai Rp85.000 per kilogram, grade 2 sekitar Rp80.000, dan grade 3 berada di kisaran Rp76.000 per kilogram.

“Robusta lebih mudah dirawat, bisa tumbuh di ketinggian 800 – 1.000 mdpl, dan panennya hanya sekali dalam satu musim,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebaliknya, harga green bean arabika berada di kisaran Rp130.000 hingga Rp140.000 per kilogram, dengan sistem panen berkesinambungan selain masa panen raya, atau dalam istilah masyarakat Gayo dikenal sebagai “uah samang”.

Namun, Eka menegaskan, arabika membutuhkan ketinggian ideal di atas 1.000 mdpl dan perawatan yang lebih intensif.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, produktivitas robusta nasional rata-rata mencapai 1,1-1,3 ton per hektare per tahun, sementara arabika berkisar 0,8-1 ton per hektare, bergantung pada kondisi agroklimatik.

Menurut Eka, wilayah seperti Gayo Lues memiliki potensi pengembangan kopi yang beragam karena perbedaan ketinggian antar kecamatan. Ia mencontohkan dataran tinggi di kawasan pegunungan Pantan Cuaca, Agusen, Reko, dan wilayah di atas 1.200 mdpl yang cocok untuk arabika, sementara daerah menengah seperti kecamatan lainnya yang berada di kisaran 800–1.000 mdpl dapat lebih sesuai untuk pengembangan robusta.

“Petani Gayo Lues bisa menyesuaikan berdasarkan letak lahan. Di wilayah tinggi tetap bisa fokus arabika, sementara dataran menengah dapat memaksimalkan robusta yang saat ini harganya juga mulai kompetitif,” ujarnya menambahkan.

Eka menilai, pemetaan lahan berdasarkan ketinggian dapat membantu petani menentukan jenis tanaman yang paling efisien dari sisi perawatan, produktivitas, dan peluang pasar.

“Silakan pilih yang paling cocok berdasarkan lokasi dan kemampuan perawatan, karena keduanya punya nilai jual jika dikelola tepat,” ujar Eka kepada insetgalusnews.

Redaksi | insetgalusnews

Berita Terkait

Jakaria S Hut; Tanaman Kopi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Warga
Rekonstruksi Kasus Curat Dokter di Gayo Lues, Tersangka Peragakan 25 Adegan
Gelap dan Berisiko, Warga Pining Tandu Jenazah di Jembatan Gantung Pintu Rime 
Waspada Cuaca Ekstrem, BPBD Gayo Lues Imbau Warga Siaga Bencana Hidrometeorologi
Pelantikan Pengurus HIMARIWA PSDKU USK GAYO LUES Resmi Digelar
Tokoh Muda Dorong Hilirisasi Kopi untuk Tingkatkan Ekonomi Gayo Lues
Sungai Tripa Meluap, Permukiman Warga Kembali Terancam
BPBD Gayo Lues Gerak Cepat Salurkan Bantuan Korban Badai di Dabun Gelang

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 09:36 WIB

Bupati-Wabup Tegaskan Disiplin ASN, Plt Sekda; Kepala SKPK Wajib Awasi dan Evaluasi

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:42 WIB

Ketua HWK Apresiasi Kinerja Polres Galus, Soroti Pentingnya Perlindungan Perempuan

Senin, 23 Maret 2026 - 18:04 WIB

Polres Gayo Lues Targetkan Ungkap Kasus Pembunuhan 2×24 Jam

Selasa, 17 Maret 2026 - 19:43 WIB

Pererat Silaturahmi Pengurus, DPD II Partai Golkar Gayo Lues Gelar Buka Puasa Bersama

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:46 WIB

Warga Temukan Jasad Membusuk di Sangir, Polisi Lakukan Penyelidikan

Selasa, 24 Februari 2026 - 15:14 WIB

Vendor Sebut Pembangunan Huntara di Pungke Jaya Di Hentikan Tanpa Penjelasan

Senin, 23 Februari 2026 - 20:01 WIB

Mantan Calon Bupati Terlibat, Polres Galus Bongkar Jaringan Ganja Yang Dikendalikan Dari LP

Minggu, 15 Februari 2026 - 21:01 WIB

Progres Pembangunan Huntara Capai 50 Persen, Sejumlah Lokasi Ditarget Rampung Sebelum Ramadhan

Berita Terbaru

Jakaria SHut Praktisi Petani Kopi yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan & Permukiman Kabupaten Gayo Lues

GAYO LUES

Jakaria S Hut; Tanaman Kopi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Warga

Kamis, 23 Apr 2026 - 21:22 WIB

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan