GAYO LUES | insetgalusnews.com | Hingga hari kedelapan pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Gayo Lues, akses menuju sejumlah wilayah terisolir masih belum berhasil ditembus.
Ratusan titik longsor, badan jalan yang amblas, serta tumpukan material lumpur dan kayu terus menghambat seluruh proses pembersihan di lapangan.
Pemerintah daerah mengakui mengalami kesulitan dalam menyalurkan bantuan logistik berupa beras, air bersih, susu anak, obat-obatan, dan kebutuhan pokok lainnya ke beberapa kecamatan yang terputus total sejak bencana terjadi. Warga di wilayah terdampak dilaporkan semakin kesulitan bertahan karena persediaan kian menipis.
Terpantau dilapangan, minimnya pasokan bahan bakar dan kondisi jalan yang banyak amblas menjadi kendala serius dalam percepatan pembukaan akses.
Saat ini khusus untuk menerobos jalur utama yang menghubungkan Gayo Lues-Aceh Tenggara, Pemerintah Daerah mengoperasikan 4 alat berat yang bergerak dari arah Blangkejeren, dan satu alat berat dari arah Serkil ke Blangkejeren, dan dua alat berat bantuan Aceh Tenggara yang mencoba menyisir dari arah Kutacane-Blangkejeren.
Alat berat ini beroperasi siang malam. Namun hingga hari ini, jalur nasional Blangkejeren–Putri Betung baru bisa ditembus sampai Tetumpun karena banyaknya titik jalan yang amblas.
Sejumlah titik kritis berada di jalur Blangkejeren-Putri Betung, Blangkejeren-Pining, dan Blangkejeren-Ise Ise yang hingga kini masih tertutup total oleh material longsor. Beberapa ruas bahkan putus permanen akibat badan jalan terseret arus banjir bandang.
Pemerintah daerah bersama TNI-Polri terus mengupayakan percepatan distribusi bahan bakar serta penambahan alat berat untuk mempercepat pembukaan akses. Warga di wilayah terisolir berharap bantuan segera tiba mengingat stok makanan pokok dilaporkan semakin menipis setiap hari.
Redaksi | insetgalusnews


































