Kadis LH: Pendulangan Gunakan Air Raksa Berbahaya, Pengeboran Tidak Gunakan Bahan Kimia

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Senin, 7 Juli 2025 - 19:46 WIB

501,192 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

doc | cut | Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gayo Lues

doc | cut | Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gayo Lues

PANTAN CUACA | insetgalusnews.com | Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gayo Lues, Kasimudin menjelaskan terkait kekhawatiran warga terhadap potensi pencemaran lingkungan akibat aktivitas eksplorasi tambang emas di wilayah Kecamatan Pantan Cuaca.

Dalam keterangannya, Senin (7/7/2025), Kasimudin mengatakan bahwa aktivitas tambang yang dilakukan secara tradisional dengan metode pendulangan dan menggunakan air raksa (Hg) memang berisiko tinggi terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Penggunaan air raksa dalam pendulangan sangat berbahaya karena bersifat toksik, sulit terurai, dan dapat mencemari tanah serta sumber air,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, ia juga menjelaskan aktivitas yang saat ini dilakukan oleh pihak perusahaan, seperti PT GMR misalnya, masih dalam tahap eksplorasi dengan metode pengeboran, bukan pendulangan. Oleh karena itu, menurutnya, proses pengeboran tersebut tidak menggunakan bahan kimia berbahaya.

“Pengeboran dilakukan hanya menggunakan air sebagai media. Limbah yang dihasilkan berupa air bercampur lumpur, bukan zat kimia berbahaya,” jelasnya.

Pernyataan ini disampaikan Kasimudin untuk menanggapi keresahan sejumlah petani di Pantan Cuaca yang khawatir lahan pertanian kopi mereka terdampak oleh aktivitas eksplorasi tambang emas di wilayah tersebut.

Redaksi | insetgalusnew |

Berita Terkait

Bupati-Wabup Tegaskan Disiplin ASN, Plt Sekda; Kepala SKPK Wajib Awasi dan Evaluasi
Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Gayo Lues, Sejumlah Desa Terdampak
Ketua HWK Apresiasi Kinerja Polres Galus, Soroti Pentingnya Perlindungan Perempuan
Polres Gayo Lues Targetkan Ungkap Kasus Pembunuhan 2×24 Jam
Pererat Silaturahmi Pengurus, DPD II Partai Golkar Gayo Lues Gelar Buka Puasa Bersama
Warga Temukan Jasad Membusuk di Sangir, Polisi Lakukan Penyelidikan
Vendor Sebut Pembangunan Huntara di Pungke Jaya Di Hentikan Tanpa Penjelasan
Mantan Calon Bupati Terlibat, Polres Galus Bongkar Jaringan Ganja Yang Dikendalikan Dari LP

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 09:36 WIB

Bupati-Wabup Tegaskan Disiplin ASN, Plt Sekda; Kepala SKPK Wajib Awasi dan Evaluasi

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:42 WIB

Ketua HWK Apresiasi Kinerja Polres Galus, Soroti Pentingnya Perlindungan Perempuan

Senin, 23 Maret 2026 - 18:04 WIB

Polres Gayo Lues Targetkan Ungkap Kasus Pembunuhan 2×24 Jam

Selasa, 17 Maret 2026 - 19:43 WIB

Pererat Silaturahmi Pengurus, DPD II Partai Golkar Gayo Lues Gelar Buka Puasa Bersama

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:46 WIB

Warga Temukan Jasad Membusuk di Sangir, Polisi Lakukan Penyelidikan

Selasa, 24 Februari 2026 - 15:14 WIB

Vendor Sebut Pembangunan Huntara di Pungke Jaya Di Hentikan Tanpa Penjelasan

Senin, 23 Februari 2026 - 20:01 WIB

Mantan Calon Bupati Terlibat, Polres Galus Bongkar Jaringan Ganja Yang Dikendalikan Dari LP

Minggu, 15 Februari 2026 - 21:01 WIB

Progres Pembangunan Huntara Capai 50 Persen, Sejumlah Lokasi Ditarget Rampung Sebelum Ramadhan

Berita Terbaru

Jakaria SHut Praktisi Petani Kopi yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan & Permukiman Kabupaten Gayo Lues

GAYO LUES

Jakaria S Hut; Tanaman Kopi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Warga

Kamis, 23 Apr 2026 - 21:22 WIB

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan