“Ketika Uang Tak Mengalir”

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Rabu, 2 Juli 2025 - 21:12 WIB

50211 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Ketika Uang Tak Mengalir”

By Malik Lingga

Di Blangkejeren, pagi datang tanpa harap, pasar lengang, suara tawar menawar menghilang, warung kopi menggigil tanpa pelanggan, dan kontraktor hanya menghitung hari. Bukan laba.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Duit dari negeri tak kunjung turun, sementara perut rakyat tetap menuntut isi, anak-anak tetap sekolah, meski seragam mereka tak lagi baru, tak lagi penuh mimpi.

Pegawai negeri memandang langit, bukan mencari ilham, tapi upah yang tertunda, pedagang kecil memeluk dagangan yang kini hanya jadi pajangan.

Namun, di ladang-ladang Putri Betung, masih terdengar bunyi cangkul menembus tanah, di sela sayur dan palawija, hidup tetap bergerak, meski perlahan.

Mereka yang punya tanah, punya napas lebih panjang dari rapat-rapat kosong dan janji pejabat yang menguap bersama kopi dingin di meja birokrasi.

Apakah uang itu tersesat di ruang ruang gelap kekuasaan? Atau sengaja ditahan, demi permainan singgasana Jika benar, maka laknat bukan lagi kata, tapi nyata, yang terasa di piring kosong rakyat jelata.

Wahai Pemkab, bangun dari tidur panjang, rakyatmu butuh lebih dari seremoni dan retorika, mereka ingin perputaran, bukan penundaan, ingin penghidupan, bukan alasan.

Sudah saatnya ladang-ladang ditanam bukan hanya oleh petani, tapi oleh kebijakan yang berpihak, sudah saatnya APBD bukan jadi alat kuasa, melainkan cahaya bagi yang di bawah.

Sebab kami lelah berharap pada kas yang tak pasti, kami ingin hidup dari kerja dan hasil bumi, bukan dari anggaran yang mandek, bukan dari janji yang mati berdiri.

Blangkejeren, 2 Juli 2025

Berita Terkait

“Gegurun” Saat Ruh Turun dan Tubuh Jadi Kuat
“Nyarang!”
Selsung: Salam Sakral di Tengah Rimba Gayo
Syair, Gerak, dan Tauhid: Menelusuri Akar Sufi Tari Saman
BAEN ITEM: Penjaga Bayangan Jiwa Dari Gayo
APAH ONOT: Makhluk Jelmaan
Kisah Menyentuh dari Tanah Huruf: Antara Gelar dan Makna
Membaca Ulang Cerita Rakyat. Yang Disembunyikan Dibalik Senyum Kancil

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 09:36 WIB

Bupati-Wabup Tegaskan Disiplin ASN, Plt Sekda; Kepala SKPK Wajib Awasi dan Evaluasi

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:42 WIB

Ketua HWK Apresiasi Kinerja Polres Galus, Soroti Pentingnya Perlindungan Perempuan

Senin, 23 Maret 2026 - 18:04 WIB

Polres Gayo Lues Targetkan Ungkap Kasus Pembunuhan 2×24 Jam

Selasa, 17 Maret 2026 - 19:43 WIB

Pererat Silaturahmi Pengurus, DPD II Partai Golkar Gayo Lues Gelar Buka Puasa Bersama

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:46 WIB

Warga Temukan Jasad Membusuk di Sangir, Polisi Lakukan Penyelidikan

Selasa, 24 Februari 2026 - 15:14 WIB

Vendor Sebut Pembangunan Huntara di Pungke Jaya Di Hentikan Tanpa Penjelasan

Senin, 23 Februari 2026 - 20:01 WIB

Mantan Calon Bupati Terlibat, Polres Galus Bongkar Jaringan Ganja Yang Dikendalikan Dari LP

Minggu, 15 Februari 2026 - 21:01 WIB

Progres Pembangunan Huntara Capai 50 Persen, Sejumlah Lokasi Ditarget Rampung Sebelum Ramadhan

Berita Terbaru

Jakaria SHut Praktisi Petani Kopi yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan & Permukiman Kabupaten Gayo Lues

GAYO LUES

Jakaria S Hut; Tanaman Kopi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Warga

Kamis, 23 Apr 2026 - 21:22 WIB

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan