Kopi Gayo Jadi Andalan Lawan Pasar Gelap Ganja di Gayo Lues

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Rabu, 8 Oktober 2025 - 11:09 WIB

50495 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES | insetgalusnews.com | Koperasi Gayo Lues Bersinar binaan BNNK Galus menggelar rapat koordinasi dan diskusi terbuka di Gudang Koperasi Kampung Sepang, Blangkejeren, Rabu (8/10/2025), diskusi itu membahas kesiapan mereka menghadapi peluncuran implementasi akhir Grand Design Alternative Development yang digagas Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia.

Salah satu isu utama yang dibahas adalah strategi menekan peredaran pasar gelap ganja melalui pengembangan komoditas kopi. Tanaman kopi dinilai paling potensial menggantikan ganja karena memiliki nilai ekonomi tinggi, berpeluang besar di pasar ekspor, serta sesuai dengan kondisi geografis dan budaya tani masyarakat Gayo Lues.

Kepala BNNK Gayo Lues, Fauzul Iman, dalam kesempatan tersebut mengingatkan kembali cita-cita almarhum Drs Maat Husin, tokoh pemekaran Kabupaten Gayo Lues.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kabupaten ini dibentuk untuk mensejahterakan masyarakat. Melalui program ini, kami ingin mewujudkan harapan itu,” tegas Fauzul.

Ia juga menegaskan komitmen BNNK dalam memberdayakan mantan pecandu narkoba melalui kegiatan produktif dan legal. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah dan mitra perusahaan menjadi kunci keberhasilan program pengembangan alternatif ini.

Sementara, Yudhi Widiarto dari Direktorat Pemberdayaan Masyarakat BNN RI menyampaikan materi penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat di kawasan rawan tanaman terlarang. Ia memafarkan berbagai persoalan dari hulu ke hilir.

Sejumlah perusahaan eksportir juga turut hadir dan memberikan arahan mengenai pembentukan koperasi bersertifikat untuk menjamin harga jual kopi petani Gayo Lues di pasar internasional.

Diskusi tersebut dihadiri oleh anggota Koperasi Gayo Lues Bersinar, serta tokoh masyarakat setempat. Program GDAD diharapkan menjadi tonggak baru bagi Gayo Lues dalam mewujudkan kemandirian ekonomi berbasis tanaman alternatif, sekaligus menutup ruang bagi praktik peredaran ganja di wilayah tersebut.

Redaksi | insetgalusnews

Berita Terkait

Jalan Blangkejeren-Kutacane Kembali Longsor, Pengguna Jalan Diminta Waspada
42 Santri Al Bunayya Ikuti Haflah Takrim, Karmilawati Tuntaskan Hafalan 30 Juz
Peringati Tahun Baru Islam, Santri Bunayya Tampilkan Tari Saman Cilik dan Raih Penghargaan Prestasi
Mobil Pikap Terjun ke Pinggir Sungai di Ruas Blangkejeren-Kutacane, DPRK Soroti Penanganan Longsor
Petani Resah, Harimau Dilaporkan Berkeliaran di Pegunungan Blang Pegayon
Ridwansyah SP, Budaya “Panglo” Kearifan Lokal Menekan Biaya Tanam Kopi
Bantuan Bibit Kopi Pemerintah Picu Kebingungan Petani soal Aturan Hutan Lindung
Harimau Sumatera Serang Warga di Gayo Lues

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:51 WIB

Jalan Blangkejeren-Kutacane Kembali Longsor, Pengguna Jalan Diminta Waspada

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:42 WIB

42 Santri Al Bunayya Ikuti Haflah Takrim, Karmilawati Tuntaskan Hafalan 30 Juz

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:24 WIB

Peringati Tahun Baru Islam, Santri Bunayya Tampilkan Tari Saman Cilik dan Raih Penghargaan Prestasi

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:55 WIB

Petani Resah, Harimau Dilaporkan Berkeliaran di Pegunungan Blang Pegayon

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:29 WIB

Ridwansyah SP, Budaya “Panglo” Kearifan Lokal Menekan Biaya Tanam Kopi

Senin, 25 Mei 2026 - 12:13 WIB

Bantuan Bibit Kopi Pemerintah Picu Kebingungan Petani soal Aturan Hutan Lindung

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:01 WIB

Harimau Sumatera Serang Warga di Gayo Lues

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:11 WIB

Kunjungi Gayo Lues, Kapolda Aceh Minta Polisi Perkuat Pelayanan ke Masyarakat

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan