Gayo Lues | insetgalusnews.com | Ketua DPD II PAN Gayo Lues, Ali Sadikin, mengkritik keras euforia kemenangan pasca Pilkada yang dinilainya telah mengganggu stabilitas politik dan pemerintahan.
Menurut Ali, sama seperti yang disampaikan H Irmawan pada Saat pertemuan halal bihalal tim di Berawang Lopah, Blang jerango waktu lalu.
Kekisruhan bukan datang dari lawan politik, melainkan dari kelompok tim pemenangan sendiri. “Yang bikin gaduh justru dari dalam, red-Gayo “pusesalah” mereka sebagian besar warga biasa dan pejabat eselon III, hanya segelintir pejabat teras dan itu pun menjelang pensiun,” ujar Ali, Kamis (3/7/2025) dalam siaran persnya.
Ia menyoroti perilaku tim dan relawan yang sehari hari gemar menyebar opini liar, gosip, hingga mencoba mengintervensi birokrasi, bahkan seolah punya kuasa pasca kemenangan. “Demokrasi tak memberi kuasa pada tim sukses setelah pemilu selesai, kewenangan itu mutlak milik Bupati dan jangan dicampuri” ujar ketua DPD PAN ini menjelaskan.
Ali juga menyayangkan sikap sejumlah tokoh senior yang memilih diam, bahkan terkesan membiarkan terbentuknya kelompok-kelompok eksklusif yang justru memperuncing perpecahan. Ia menilai, sikap ini mencerminkan praktik politik balas dendam yang terselubung namun nyata dirasakan dampaknya di tengah masyarakat.
Sebagai solusi sebut Ali, ia menawarkan empat langkah strategis. Pertama Bupati wakil Bupati bersikap tegas terhadap intervensi non-birokrasi. Kedua gelar forum rekonsiliasi politik yang melibatkan tokoh masyarakat dan pemuda. Ketiga berikan pembekalan etika politik kepada tim pemenangan. Keempat perkuat peran media dan masyarakat sipil dalam pengawasan.
Oleh karena itu Ali berharap semua pihak menahan diri dan bersikap dewasa demi terciptanya pemerintahan yang kondusif dan inklusif pasca Pilkada.
Namun sayang, hingga berita ini diterbitkan kru-insetgalusnews belum berhasil meminta tanggapan dari Bupati dan wakil Bupati.
Redaksi | Pers Rilis


































