ACEH TAMIANG | insetgalusnews.com | Kondisi pasca banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang masih memprihatinkan. Aktivitas ekonomi di Pasar Kuala Simpang, yang menjadi pusat perekonomian daerah, mulai kembali berjalan namun masih terbatas, dengan ketersediaan barang yang tidak segar dan jumlah pedagang yang berkurang, Rabu (17/12/2025).
Warga menghadapi berbagai kendala dalam proses pemulihan, terutama keterbatasan akses air bersih untuk membersihkan lumpur sisa banjir. Hingga kini, sejumlah infrastruktur vital seperti listrik dan jaringan perbankan belum pulih sepenuhnya, sehingga menghambat aktivitas masyarakat.
Bantuan logistik dilaporkan telah tersedia di sejumlah posko, namun distribusinya ke warga penyintas dan pengungsi dinilai belum merata. Selain korban banjir, warga yang tidak terdampak langsung juga mengalami kesulitan mendapatkan akses makanan akibat terganggunya rantai pasok.
Kondisi tersebut diperparah oleh hujan yang masih terus turun, sehingga menyulitkan proses pembersihan dan pemulihan lingkungan. Warga dan relawan setempat masih mengandalkan sumber daya mandiri karena bantuan pemerintah dinilai belum optimal.
Masyarakat berharap pemerintah segera memperkuat komitmen pemulihan, terutama dalam percepatan penyediaan listrik serta distribusi bantuan yang adil dan tepat sasaran.
Redaksi | insetgalusnews


































