- Jumlah kafilah; Terdiri dari 33 peserta (18 laki-laki dan 15 perempuan).
- Total rombongan; Sebanyak 50 orang, termasuk pelatih dan pendamping.
- Tujuan; Mengikuti MTQ ke-37 Tingkat Provinsi Aceh di Pidie Jaya.
- Cabang Yang diperlombakan Pada MTQ ke-37 Aceh; Tilawah Al-Qur’an, Tahfizh, Tafsir Al-Qur’an, Khattil Qu’ran, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Qiraah Sab’ah, KTIQ, Tartil Al-Quran.
GAYO LUES | insetgalusnews.com | Perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-37 Tingkat Provinsi Aceh yang digelar di Kabupaten Pidie Jaya pada November 2025 kembali menyisakan catatan pahit bagi Kabupaten Gayo Lues.
Meski sempat mencuri perhatian melalui capaian Juara II Cabang Tahfiz 30 Juz Putri, Gayo Lues hanya mampu menempati peringkat ke-21 dari 23 kabupaten/kota peserta, dengan total perolehan 15 poin. Hasil ini dinilai stagnan dibandingkan penampilan pada MTQ ke-36 di Simeulue tahun 2023, ketika Gayo Lues juga berada di jajaran bawah klasemen.
Kinerja ini pun menyoroti peran Dinas Syariat Islam Gayo Lues selaku lembaga pembina qari dan qari’ah. Sejumlah pihak menilai pembinaan yang dilakukan selama dua tahun terakhir belum mampu menghasilkan peningkatan signifikan di berbagai cabang lomba.
“Dengan posisi yang masih di atas peringkat 20, program pembinaan DSI Gayo Lues jelas perlu dievaluasi total,” ujar seorang pengamat syiar Islam setempat, Senin (10/11/2025). “Membina satu juara itu bagus, tetapi tanggung jawab DSI adalah meningkatkan kualitas seluruh kafilah. Jika dari 33 peserta hanya mampu menghasilkan 15 poin, berarti pembinaan belum merata dan belum efektif.”
Pada MTQ Tahun 2023 sebelumnya, prestasi terbaik Gayo Lues hanya sampai Harapan I Cabang Qiraat Murattal Dewasa. Tahun ini, meski ada peningkatan individu, cabang-cabang lain seperti Tafsir, Fahmil, Syarhil, dan Khattil justru tak menunjukkan perkembangan berarti.
Kondisi ini dikhawatirkan akan berlanjut pada MTQ ke-38 di Aceh Barat Daya (Abdya) tahun 2027, jika tidak dilakukan reformasi menyeluruh terhadap sistem seleksi dan mekanisme training center di tingkat kabupaten.
Hasil MTQ 2025 diharapkan menjadi peringatan serius bagi DSI Gayo Lues untuk segera merumuskan strategi pembinaan baru, agar sebutan “Negeri Seribu Hafidz” benar-benar tercermin dalam prestasi nyata di ajang provinsi, bukan sekadar slogan.
Hingga berita ini diterbitkan, insetgalusnews.com belum berhasil memperoleh konfirmasi resmi dari pihak Dinas Syariat Islam (DSI) Kabupaten Gayo Lues terkait hasil dan evaluasi pembinaan kafilah pada MTQ ke-37 tersebut.
Redaksi | insetgalusnews.com


































