Petani Soroti Dampak Eksplorasi Tambang, Camat Minta Uji Lab

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Senin, 7 Juli 2025 - 16:28 WIB

50454 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

doc | inset | Camat Pantan Cuaca M Hasan Nurdin

doc | inset | Camat Pantan Cuaca M Hasan Nurdin

PANTAN CUACA | insetgalusnews.com | Sejumlah petani di Kecamatan Pantan Cuaca, Kabupaten Gayo Lues, mengungkapkan kekhawatiran atas dugaan pencemaran limbah dari aktivitas eksplorasi tambang emas PT GMR. Mereka menilai aktivitas tersebut berdampak terhadap lahan pertanian kopi yang menjadi sumber penghidupan utama warga.

Menanggapi hal itu, Camat Pantan Cuaca, M Hasan Nurdin, saat dihubungi insetgalusnews.com, Senin (7/7), menyatakan bahwa keresahan warga merupakan hal yang wajar sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap lingkungan dan masa depan petani kopi di Pantan Cuaca.

Namun, ia juga mengingatkan kekhawatiran terjadinya pencemaran itu harus didasarkan pada kajian ilmiah oleh lembaga berwenang.
“Keberatan masyarakat sah-sah saja sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Namun, Kekhawatiran pencemaran ini perlu dibuktikan melalui uji laboratorium dan kajian teknis oleh instansi seperti Dinas Lingkungan Hidup,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasan juga menyebut bahwa pihak kecamatan sebelumnya telah menyampaikan keluhan warga secara lisan kepada perwakilan PT GMR. Menurutnya, pihak perusahaan menyatakan kesiapan mencarikan solusi seperti memberikan ganti rugi berupa pupuk atau bahan lain apabila terbukti bahwa kegiatan mereka menimbulkan dampak terhadap pertanian warga.
“Kami berharap semua pihak menyikapi persoalan ini secara objektif dan mengedepankan proses yang transparan agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran informasi di masyarakat,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT GMR belum memberikan tanggapan resmi atas kekhawatiran warga. insetgalusnews.com masih berupaya menghubungi manajemen perusahaan untuk memperoleh klarifikasi.
Catatan Redaksi: insetgalusnew akan terus mengawal isu ini. Apakah limbah ekplorasi tambang emas berbahaya atau tidak? Mari kita tunggu tanggapan teknis dari DLHK Gayo Lues.

Redaksi | insetgalusnews.com |

Berita Terkait

Jalan Blangkejeren-Kutacane Kembali Longsor, Pengguna Jalan Diminta Waspada
42 Santri Al Bunayya Ikuti Haflah Takrim, Karmilawati Tuntaskan Hafalan 30 Juz
Peringati Tahun Baru Islam, Santri Bunayya Tampilkan Tari Saman Cilik dan Raih Penghargaan Prestasi
Mobil Pikap Terjun ke Pinggir Sungai di Ruas Blangkejeren-Kutacane, DPRK Soroti Penanganan Longsor
Petani Resah, Harimau Dilaporkan Berkeliaran di Pegunungan Blang Pegayon
Ridwansyah SP, Budaya “Panglo” Kearifan Lokal Menekan Biaya Tanam Kopi
Bantuan Bibit Kopi Pemerintah Picu Kebingungan Petani soal Aturan Hutan Lindung
Harimau Sumatera Serang Warga di Gayo Lues

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:51 WIB

Jalan Blangkejeren-Kutacane Kembali Longsor, Pengguna Jalan Diminta Waspada

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:42 WIB

42 Santri Al Bunayya Ikuti Haflah Takrim, Karmilawati Tuntaskan Hafalan 30 Juz

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:24 WIB

Peringati Tahun Baru Islam, Santri Bunayya Tampilkan Tari Saman Cilik dan Raih Penghargaan Prestasi

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:55 WIB

Petani Resah, Harimau Dilaporkan Berkeliaran di Pegunungan Blang Pegayon

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:29 WIB

Ridwansyah SP, Budaya “Panglo” Kearifan Lokal Menekan Biaya Tanam Kopi

Senin, 25 Mei 2026 - 12:13 WIB

Bantuan Bibit Kopi Pemerintah Picu Kebingungan Petani soal Aturan Hutan Lindung

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:01 WIB

Harimau Sumatera Serang Warga di Gayo Lues

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:11 WIB

Kunjungi Gayo Lues, Kapolda Aceh Minta Polisi Perkuat Pelayanan ke Masyarakat

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan