Ratusan Senjata Api dan Narkotika Ditemukan di Ruang Terkunci Sekolah Swasta Jakarta Selatan

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:30 WIB

50320 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan Senpi ditemukan di salah satu sekolah di Jakarta Selatan

Ratusan Senpi ditemukan di salah satu sekolah di Jakarta Selatan

JAKARTA | Insetgalusnews.com | Kepolisian tengah menyelidiki penemuan sekitar 995 pucuk senjata api beserta amunisi, narkotika jenis sabu dan ganja, serta sejumlah kaset film dewasa di sejumlah ruangan terkunci sebuah sekolah swasta di Jakarta Selatan.

Barang-barang tersebut ditemukan di ruangan yang sebelumnya digunakan oleh mantan ketua yayasan sekolah. Polisi masih mendalami asal-usul, kepemilikan, serta tujuan penyimpanan barang-barang tersebut di lingkungan sekolah.

Penemuan pertama terjadi pada 10-11 Juli 2026. Saat itu, staf ahli ketua pembina yayasan membuka sebuah ruangan yang sebelumnya terkunci dan tidak dapat diakses. Dari ruangan tersebut ditemukan sekitar 995 pucuk senjata api, termasuk senjata laras panjang dan senjata jenis AK-47, beserta amunisi.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Temuan kembali terjadi pada 5 Agustus 2026 ketika ruangan lain yang sebelumnya digunakan mantan ketua yayasan dibuka. Di lokasi tersebut ditemukan barang bukti berupa senjata, narkotika jenis sabu dan ganja, serta sejumlah kaset film dewasa.

Setelah penemuan kedua, pihak sekolah membuat Laporan Model A ke Polres Jakarta Selatan pada 5 Agustus 2026. Kuasa hukum sekolah kemudian menjalani pemeriksaan sebagai pelapor pada 6 Agustus 2026.

Polisi disebut menggabungkan temuan senjata api dan narkotika dalam satu berkas perkara agar proses penyidikan dapat dilakukan secara terpadu. Penyidik juga masih diminta melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah ruangan lain yang hingga kini masih terkunci.

Kasus tersebut bermula setelah mantan ketua yayasan diberhentikan pada April 2026. Pemberhentian itu disebut berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan dana yayasan.

Selain persoalan tersebut, terdapat dugaan penggunaan uang yayasan untuk pembelian tanah yang kemudian dialihkan atas nama istri mantan ketua yayasan, yang juga tercatat sebagai anggota pembina yayasan.

Setelah diberhentikan, mantan ketua yayasan disebut tidak mengembalikan kunci sejumlah ruangan yang sebelumnya berada dalam penguasaannya. Kondisi itu membuat pihak sekolah harus membuka paksa ruangan pada Juli 2026 dan menemukan ratusan senjata api.

Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian mengenai keterkaitan dugaan penyalahgunaan dana yayasan dengan kepemilikan atau penyimpanan senjata api dan narkotika tersebut.

Polisi masih mendalami siapa pemilik barang-barang bukti, bagaimana barang tersebut dapat berada di lingkungan sekolah, serta apakah terdapat pihak lain yang terlibat.

Pihak sekolah juga meminta bantuan kepolisian untuk membuka ruangan lain yang masih terkunci. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan tidak ada barang lain yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Sementara itu, dampak penemuan barang bukti terhadap kegiatan belajar-mengajar di sekolah tersebut belum diketahui secara pasti. Pihak sekolah masih menunggu hasil pemeriksaan dan tindak lanjut kepolisian.

Hingga kini, motif, kepemilikan, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam keberadaan ratusan senjata api dan narkotika tersebut masih menjadi bagian dari penyidikan.

Redaksi | insetgalusnews

Berita Terkait

Presiden Prabowo Berhentikan M Nasir dari Jabatan Sekda Aceh
PDM Muhammadiyah Gayo Lues Salurkan Bantuan Korban Kebakaran Jagung Jeget
BNPB Targetkan Pembangunan Hunian Tetap Penyintas Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar Rampung Akhir 2027
Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam OTK di Bandara Karel Sadsuitubun
Ketua DPRK Gayo Lues Raih Penghargaan Internasional di Bali
PWM Aceh Laporkan Penyaluran Dana Rp500 Juta ke PP Muhammadiyah
Pemerintah Aceh Kembali Perpanjang Tanggap Darurat Bencana Hingga 29 Januari 2026
91.962 Jiwa Korban Bencana Hidro di Aceh masih Di Pengungsian, Gayo Lues Urutan Kedua Terbanyak

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 12:57 WIB

Sungai Tripe Meluap, Dua Akses Penghubung Kecamatan di Gayo Lues Tak Bisa Dilalui

Minggu, 13 September 2026 - 16:38 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria, Sabu 1,28 Gram Disita

Kamis, 10 September 2026 - 17:31 WIB

Bank Aceh Syariah Hadir, Bantu Korban Kebakaran Desa Ulun Tanoh

Rabu, 9 September 2026 - 08:30 WIB

Kebakaran Dini Hari di Kutepanyang, 17 Rusak Berat, 3 Rusak Ringan

Jumat, 4 September 2026 - 20:12 WIB

Komisi I Apresiasi Polres Ungkap Peredaran Sabu. Ia Dorong Polisi Kejar Pemasok

Jumat, 4 September 2026 - 17:54 WIB

Polisi Tangkap Pria di Gele, Sabu 0,64 Gram Jadi Barang Bukti

Rabu, 2 September 2026 - 10:50 WIB

Aceh Masuk Kategori Siaga BMKG, Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengintai

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:12 WIB

Muhammadiyah Gayo Lues Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Lukup Baru

Berita Terbaru

Pimpinan Cabang Bank Aceh Syariah Gayo Lues, Mahara Miko serahkan bantuan kepada korban kebakaran Desa Ulun Tanoh yang diterima langsung oleh Pengulu setempat, Suhardinsyah, Kamis (10/9/2026)

GAYO LUES

Bank Aceh Syariah Hadir, Bantu Korban Kebakaran Desa Ulun Tanoh

Kamis, 10 Sep 2026 - 17:31 WIB

Dapur SPPG Blang Jerango yang dikelola Yayasan Bustanul Quran. SPPG tersebut telah menerapkan standar operasional prosedur, didukung peralatan pengolahan makanan serta tenaga yang menangani proses produksi.

BERITA UTAMA

AML Nilai MBG Lebih Tepat Dikelola Melalui Dapur SPPG

Kamis, 10 Sep 2026 - 15:58 WIB

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan