GAYO LUES | insetgalusnews.com | Sekolah Luar Biasa (SLB) Pembina Blangkejeren memanfaatkan lahan sekolah yang luas sebagai media pembelajaran kontekstual bagi peserta didik berkebutuhan khusus melalui program pertanian berkelanjutan. Siswa diajarkan keterampilan menanam jagung dan sayuran sebagai bagian dari pembentukan kemandirian dan pengembangan keterampilan hidup.
Kepala Sekolah SLB Pembina, Masna Fitri, Kamis (23/10) mengatakan, kegiatan bertani ini tidak hanya mengajarkan cara menanam, memupuk, dan memanen hasil tanaman, tetapi juga dirancang sebagai stimulus motorik kasar bagi anak serta sarana melatih kerja sama.

“Pada kegiatan ini selain mengajarkan kemandirian, juga menstimulasi motorik kasar anak dan membina kerja sama antar murid,” ujar Masna.
Ia menjelaskan, pembelajaran berbasis alam nyata terbukti meningkatkan minat belajar karena memberikan pengalaman langsung yang menyenangkan bagi siswa. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip pembelajaran mendalam (deep learning) yang diterapkan di sekolah.
“Pembelajaran seperti ini membuat murid lebih senang, karena belajar langsung dari lingkungan nyata,” tambahnya.
Masna Fitri menegaskan bahwa kegiatan pertanian ini telah ditetapkan sebagai program berkelanjutan di SLB Pembina Blangkejeren dan akan terus dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan adaptif serta kemandirian peserta didik di masa depan.
Pihak sekolah berkomitmen menghadirkan metode pembelajaran inovatif yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pada keterampilan hidup yang relevan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Redaksi | insetgalusnews


































