GAYO LUES | insetgalusnews.com | Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Gayo Lues, Fahmi Sahab SPd MPd mengingatkan pemerintah daerah agar berperan aktif dalam mengawasi pelaksanaan Program Nasional Makanan Bergizi Gratis di wilayah tersebut.
Peringatan ini disampaikan Fahmi menyusul mencuatnya berbagai persoalan di lapangan yang dinilai akibat lemahnya sistem pengawasan. Kasus dugaan nasi basi yang sempat viral menjadi sorotan utama, ditambah keluhan masyarakat mengenai lauk-pauk yang dinilai tidak selalu memenuhi standar.

Selain itu, Fahmi juga menyoroti praktik belanja pihak pengelola katering MBG yang diduga tidak dilakukan di pasar lokal. Padahal, menurutnya, program ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat.
Berdasarkan laporan dan penelusurannya di lapangan, ia menemukan indikasi sebagian besar belanja bahan pangan justru dilakukan di luar daerah. Fahmi mencontohkan, pembelian sayur-mayur, ikan, hingga buah-buahan tidak melalui pasar lokal.
“Program MBG sejatinya bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. Itu bisa tercapai bila kebutuhan pangan yang dipasok dalam program ini dibelanjakan di sekitar lokasi kegiatan. Kalau seperti ini, tujuan inti program untuk mendongkrak daya beli masyarakat Gayo Lues justru tidak tercapai,” ujar Fahmi, Kamis (18/9/2025).
Karena itu, ia menegaskan sudah semestinya pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Suhaidi-Maliki mengawal secara serius program prioritas nasional ini. “Jangan sampai muncul kesan, hanya karena program ini bersumber dari pusat, lalu pemerintah daerah tidak berperan sama sekali,” tandasnya.
Catatan Redaksi | Persoalan Program MBG di Gayo Lues sebelumnya juga telah disoroti dalam rapat paripurna DPRK pada 9 September 2025 lalu. Sejumlah anggota dewan menyampaikan keprihatinan terkait banyaknya keluhan masyarakat terhadap pelaksanaan program tersebut.
Redaksi | insetgalusnews | Berita ini disusun berdasarkan pernyataan resmi narasumber dan hasil penelusuran lapangan. Redaksi insetgalusnews.com berpegang pada Kode Etik Jurnalistik dalam setiap pemberitaan.


































