GAYO LUES | insetgalusnews.com | Pimpinan Umum Cabang Perum Bulog Aceh Tenggara-Gayo Lues, Fahmi Siregar, mengungkapkan bahwa saat ini stok beras di gudang Bulog Blangkejeren mencapai 290 ton.
Beras tersebut merupakan bagian dari Public Service Obligation (PSO) atau Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang diperuntukkan untuk program bantuan dan stabilisasi harga pangan.
Fahmi menjelaskan bahwa meskipun stok mencukupi, beras PSO tidak dapat dikeluarkan sembarangan. Prosedur pengeluaran harus mengacu pada penugasan resmi dari pemerintah pusat, baik melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kementerian Sosial, maupun instansi pemerintah pusat lainnya yang berwenang.
“Pengeluaran beras PSO harus melalui surat penugasan atau permintaan resmi dari instansi pusat. Pemerintah daerah tidak bisa langsung mengambil atau mendistribusikan tanpa persetujuan pusat,” jelas Fahmi kepada insetgalusnews.com, Jumat (11/7/2025) di gudang Bulog Blangkejeren.
Beras PSO ini, lanjut Fahmi, biasanya digunakan untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan bencana, serta bantuan pangan langsung.
Dalam pelaksanaannya, Bulog akan berkoordinasi dengan dinas terkait di daerah, namun tetap berdasarkan keputusan dan instruksi dari pemerintah pusat.
Fahmi memastikan bahwa Bulog siap mendukung setiap program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan di wilayah Gayo Lues, termasuk jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk penyaluran bantuan darurat atau operasi pasar.
Redaksi | insetgalusnews |


































