Warga Mengeluh, Harga Beras di Gayo Lues Melonjak

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Rabu, 9 Juli 2025 - 12:20 WIB

501,060 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

doc | inset |

doc | inset |

GAYO LUES | insetgalusnews.com | Harga beras di Kabupaten Gayo Lues mengalami kenaikan signifikan dalam dua bulan terakhir. Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar, harga beras kemasan 15 kilogram yang sebelumnya dijual Rp210.000–Rp215.000 per sak, kini melonjak menjadi Rp230.000–Rp250.000.

Sementara itu, harga beras lokal yang biasanya dibanderol Rp240.000–Rp250.000 per kaleng kini naik menjadi Rp270.000–Rp280.000. Jika dikonversikan, harga tersebut setara dengan Rp16.850–Rp17.850 per kilogram, dengan asumsi satu kaleng berisi 16 kilogram beras.

Kenaikan harga ini dikeluhkan masyarakat, terutama pedagang kecil dan ibu rumah tangga, karena berdampak langsung terhadap pengeluaran harian.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setiap belanja kebutuhan pokok, pengeluaran jadi bertambah. Kami berharap pemerintah bisa mencari solusi,” keluh Nurliasari, seorang ibu rumah tangga di Blangkejeren, Rabu (9/7/2025).

Selain menurunkan daya beli masyarakat, lonjakan harga ini juga berdampak pada sektor usaha kecil seperti warung makan dan pedagang sembako. Banyak pelaku usaha harus menyesuaikan harga jual atau mengurangi volume penjualan untuk menghindari kerugian.

Analis ekonomi lokal dari Gayo Lues, AML, menilai kenaikan harga beras berpotensi memperlambat perputaran ekonomi lokal jika tidak segera ditangani.

“Kondisi ini dapat menekan konsumsi rumah tangga, yang merupakan tulang punggung ekonomi daerah. Jika daya beli terus turun, maka UMKM dan pasar tradisional akan ikut terpukul,” ujarnya.

Menurut AML, solusi jangka pendek seperti operasi pasar dan pemantauan distribusi harus segera dilakukan, disertai upaya jangka panjang untuk memperkuat produksi dan cadangan beras daerah.

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari instansi terkait mengenai penyebab utama kenaikan harga beras. Namun, sejumlah pedagang menduga hal ini dipicu oleh berkurangnya pasokan dan gangguan distribusi dari daerah penghasil beras.

Redaksi | insetgalusnews|

Berita Terkait

Menakar Modal Awal Budidaya Kopi, Ini Estimasi Biaya bagi Petani Pemula
Bupati-Wabup Tegaskan Disiplin ASN, Plt Sekda; Kepala SKPK Wajib Awasi dan Evaluasi
Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Gayo Lues, Sejumlah Desa Terdampak
Ketua HWK Apresiasi Kinerja Polres Galus, Soroti Pentingnya Perlindungan Perempuan
Polres Gayo Lues Targetkan Ungkap Kasus Pembunuhan 2×24 Jam
Pererat Silaturahmi Pengurus, DPD II Partai Golkar Gayo Lues Gelar Buka Puasa Bersama
Warga Temukan Jasad Membusuk di Sangir, Polisi Lakukan Penyelidikan
Harga Minyak Sereh Wangi Naik Rp30 Ribu per Kg, Penjualan Meningkat Jelang Lebaran

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 11:46 WIB

Gelap dan Berisiko, Warga Pining Tandu Jenazah di Jembatan Gantung Pintu Rime 

Sabtu, 18 April 2026 - 18:53 WIB

Pelantikan Pengurus HIMARIWA PSDKU USK GAYO LUES Resmi Digelar

Sabtu, 18 April 2026 - 18:36 WIB

Tokoh Muda Dorong Hilirisasi Kopi untuk Tingkatkan Ekonomi Gayo Lues

Rabu, 15 April 2026 - 22:19 WIB

Sungai Tripa Meluap, Permukiman Warga Kembali Terancam

Rabu, 15 April 2026 - 21:19 WIB

BPBD Gayo Lues Gerak Cepat Salurkan Bantuan Korban Badai di Dabun Gelang

Rabu, 15 April 2026 - 19:06 WIB

Rumah Warga Badak Rusak Diterjang Badai, Damkar Plus Orari Bergerak Cepat Lakukan Penanganan

Selasa, 14 April 2026 - 10:49 WIB

Dinkes Gayo Lues Ajukan Peningkatan Fasilitas Kesehatan ke Kemenkes

Senin, 13 April 2026 - 19:24 WIB

Jenazah Pendaki Kris Biantoro Disepakati Disemayamkan di Puncak Gunung Leuser

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan