GAYO LUES | insetgalusnews.com | Masyarakat Kecamatan Pining meminta TNI dan Polri ambil alih pengerjaan pembukaan kembali akses jalan Blangkejeren-Pining yang rusak parah akibat bencana hidrometeorologi, Selasa (16/12/2025).
Permintaan tersebut disampaikan warga karena hingga hari ke-22 pascabencana, jalur satu-satunya yang menghubungkan Kecamatan Pining dengan ibu kota Kabupaten Gayo Lues masih belum dapat dilalui kendaraan.

Berdasarkan data di lapangan, jarak Blangkejeren menuju Pining sekitar 60 kilometer. Dari total jarak tersebut, ruas jalan yang mengalami kerusakan berat akibat longsor berbatu dan badan jalan amblas diperkirakan sepanjang 15 kilometer. Namun hingga saat ini, jalur tersebut belum berhasil ditembus.
Pantauan insetgalusnews.com menunjukkan titik kerusakan terparah berada pada ruas jalan Kampung Uring hingga Pintu Rime. Pada segmen ini, material longsor menutupi badan jalan dan terdapat sejumlah titik amblas. Kendala utama di lapangan adalah banyaknya bongkahan batu besar yang menyulitkan proses pembukaan jalur, sehingga membutuhkan alat pemecah batu.
Untuk penanganan darurat, dilaporkan tiga unit alat berat telah diterjunkan ke lokasi, terdiri dari dua unit ekskavator dan satu unit scopel. Namun satu unit ekskavator yang bergerak dari arah Blangkejeren menuju Pining dilaporkan mengalami gangguan teknis sehingga tidak dapat beroperasi secara maksimal. Selain itu, keterbatasan pasokan bahan bakar minyak (BBM) juga menjadi kendala dalam operasional alat berat.
Warga menilai progres pembukaan jalan masih berjalan lambat, yang berdampak pada terhambatnya aktivitas masyarakat, termasuk distribusi logistik dan akses terhadap layanan dasar.
Hingga berita ini diturunkan, insetgalusnews.com belum memperoleh keterangan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gayo Lues terkait perkembangan penanganan dan kendala teknis pembukaan akses jalan tersebut.
Informasi ini disiarkan menggunakan perangkat satelit.
Redaksi | insetgalusnews.com


































