SLB Pembina Blangkejeren Terapkan Pembelajaran Kontekstual melalui Program Pertanian Berkelanjutan

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Kamis, 23 Oktober 2025 - 19:05 WIB

50969 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa siswi berkemampuan khusus SLB Pembina Blangkejeren sedang memanen jagung |doc|slbpembina|

Siswa siswi berkemampuan khusus SLB Pembina Blangkejeren sedang memanen jagung |doc|slbpembina|

GAYO LUES | insetgalusnews.com | Sekolah Luar Biasa (SLB) Pembina Blangkejeren memanfaatkan lahan sekolah yang luas sebagai media pembelajaran kontekstual bagi peserta didik berkebutuhan khusus melalui program pertanian berkelanjutan. Siswa diajarkan keterampilan menanam jagung dan sayuran sebagai bagian dari pembentukan kemandirian dan pengembangan keterampilan hidup.

Kepala Sekolah SLB Pembina, Masna Fitri, Kamis (23/10) mengatakan, kegiatan bertani ini tidak hanya mengajarkan cara menanam, memupuk, dan memanen hasil tanaman, tetapi juga dirancang sebagai stimulus motorik kasar bagi anak serta sarana melatih kerja sama.

Siswa sekolah berkemampuan khusus sedang berlatih cara menanam jagung oleh para tenaga pendidik didampingi Kacabdin Gayo Lues, Basri Spd |doc|slbpembina|

“Pada kegiatan ini selain mengajarkan kemandirian, juga menstimulasi motorik kasar anak dan membina kerja sama antar murid,” ujar Masna.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, pembelajaran berbasis alam nyata terbukti meningkatkan minat belajar karena memberikan pengalaman langsung yang menyenangkan bagi siswa. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip pembelajaran mendalam (deep learning) yang diterapkan di sekolah.

“Pembelajaran seperti ini membuat murid lebih senang, karena belajar langsung dari lingkungan nyata,” tambahnya.

Masna Fitri menegaskan bahwa kegiatan pertanian ini telah ditetapkan sebagai program berkelanjutan di SLB Pembina Blangkejeren dan akan terus dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan adaptif serta kemandirian peserta didik di masa depan.

Pihak sekolah berkomitmen menghadirkan metode pembelajaran inovatif yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pada keterampilan hidup yang relevan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Redaksi | insetgalusnews

Berita Terkait

Jalan Blangkejeren-Kutacane Kembali Longsor, Pengguna Jalan Diminta Waspada
42 Santri Al Bunayya Ikuti Haflah Takrim, Karmilawati Tuntaskan Hafalan 30 Juz
Peringati Tahun Baru Islam, Santri Bunayya Tampilkan Tari Saman Cilik dan Raih Penghargaan Prestasi
Mobil Pikap Terjun ke Pinggir Sungai di Ruas Blangkejeren-Kutacane, DPRK Soroti Penanganan Longsor
Petani Resah, Harimau Dilaporkan Berkeliaran di Pegunungan Blang Pegayon
Ridwansyah SP, Budaya “Panglo” Kearifan Lokal Menekan Biaya Tanam Kopi
Bantuan Bibit Kopi Pemerintah Picu Kebingungan Petani soal Aturan Hutan Lindung
Harimau Sumatera Serang Warga di Gayo Lues

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:51 WIB

Jalan Blangkejeren-Kutacane Kembali Longsor, Pengguna Jalan Diminta Waspada

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:42 WIB

42 Santri Al Bunayya Ikuti Haflah Takrim, Karmilawati Tuntaskan Hafalan 30 Juz

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:24 WIB

Peringati Tahun Baru Islam, Santri Bunayya Tampilkan Tari Saman Cilik dan Raih Penghargaan Prestasi

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:55 WIB

Petani Resah, Harimau Dilaporkan Berkeliaran di Pegunungan Blang Pegayon

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:29 WIB

Ridwansyah SP, Budaya “Panglo” Kearifan Lokal Menekan Biaya Tanam Kopi

Senin, 25 Mei 2026 - 12:13 WIB

Bantuan Bibit Kopi Pemerintah Picu Kebingungan Petani soal Aturan Hutan Lindung

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:01 WIB

Harimau Sumatera Serang Warga di Gayo Lues

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:11 WIB

Kunjungi Gayo Lues, Kapolda Aceh Minta Polisi Perkuat Pelayanan ke Masyarakat

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan