GAYO LUES | insetgalusnews.com | Bupati Gayo Lues, Suhadi MSi, menegaskan komitmennya untuk mengembangkan pacuan kuda tradisional berbasis kearifan lokal tanpa menghilangkan sistem perlombaan profesional yang telah berjalan selama ini.
Menurutnya, kedua pola tersebut akan dikembangkan secara seimbang agar dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa mengikis nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Gayo.
“Pacuan kuda bukan hanya ajang hiburan atau olahraga, tapi juga cerminan jati diri dan kebanggaan masyarakat Gayo. Karena itu, tradisi dan profesionalisme akan terus kita rawat agar tetap berjalan berdampingan,” ujar Suhaidi kepada insetgalusnews melalui selulernya, Rabu (29/10/2025).
Ia menjelaskan, pacuan kuda merupakan warisan budaya yang telah menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat dari tiga kabupaten serumpun, yaitu Gayo Lues, Bener Meriah, dan Aceh Tengah. Selain itu, kegiatan ini juga memiliki potensi ekonomi dan pariwisata yang besar bagi daerah.
“Harapan kita, ke depan perlombaan pacuan kuda tradisional ini dapat dijadikan sebagai agenda resmi tingkat Provinsi Aceh, bahkan bisa masuk kalender wisata budaya nasional,” tambah Bupati.
Redaksi | insetgalusnews


































