Bupati Suhaidi; Pacuan Kuda Gayo Harus Lestari, Tradisi dan Profesional Jalan Seiring

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:54 WIB

50852 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Gayo Lues Suhaidi MSi | fhoto | Diskominfo |

Bupati Gayo Lues Suhaidi MSi | fhoto | Diskominfo |

GAYO LUES | insetgalusnews.com | Bupati Gayo Lues, Suhadi MSi, menegaskan komitmennya untuk mengembangkan pacuan kuda tradisional berbasis kearifan lokal tanpa menghilangkan sistem perlombaan profesional yang telah berjalan selama ini.

Menurutnya, kedua pola tersebut akan dikembangkan secara seimbang agar dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa mengikis nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Gayo.

“Pacuan kuda bukan hanya ajang hiburan atau olahraga, tapi juga cerminan jati diri dan kebanggaan masyarakat Gayo. Karena itu, tradisi dan profesionalisme akan terus kita rawat agar tetap berjalan berdampingan,” ujar Suhaidi kepada insetgalusnews melalui selulernya, Rabu (29/10/2025).

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, pacuan kuda merupakan warisan budaya yang telah menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat dari tiga kabupaten serumpun, yaitu Gayo Lues, Bener Meriah, dan Aceh Tengah. Selain itu, kegiatan ini juga memiliki potensi ekonomi dan pariwisata yang besar bagi daerah.

“Harapan kita, ke depan perlombaan pacuan kuda tradisional ini dapat dijadikan sebagai agenda resmi tingkat Provinsi Aceh, bahkan bisa masuk kalender wisata budaya nasional,” tambah Bupati.

Redaksi | insetgalusnews 

Berita Terkait

Jalan Blangkejeren-Kutacane Kembali Longsor, Pengguna Jalan Diminta Waspada
42 Santri Al Bunayya Ikuti Haflah Takrim, Karmilawati Tuntaskan Hafalan 30 Juz
Peringati Tahun Baru Islam, Santri Bunayya Tampilkan Tari Saman Cilik dan Raih Penghargaan Prestasi
Mobil Pikap Terjun ke Pinggir Sungai di Ruas Blangkejeren-Kutacane, DPRK Soroti Penanganan Longsor
Petani Resah, Harimau Dilaporkan Berkeliaran di Pegunungan Blang Pegayon
Ridwansyah SP, Budaya “Panglo” Kearifan Lokal Menekan Biaya Tanam Kopi
Bantuan Bibit Kopi Pemerintah Picu Kebingungan Petani soal Aturan Hutan Lindung
Harimau Sumatera Serang Warga di Gayo Lues

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:51 WIB

Jalan Blangkejeren-Kutacane Kembali Longsor, Pengguna Jalan Diminta Waspada

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:42 WIB

42 Santri Al Bunayya Ikuti Haflah Takrim, Karmilawati Tuntaskan Hafalan 30 Juz

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:24 WIB

Peringati Tahun Baru Islam, Santri Bunayya Tampilkan Tari Saman Cilik dan Raih Penghargaan Prestasi

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:55 WIB

Petani Resah, Harimau Dilaporkan Berkeliaran di Pegunungan Blang Pegayon

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:29 WIB

Ridwansyah SP, Budaya “Panglo” Kearifan Lokal Menekan Biaya Tanam Kopi

Senin, 25 Mei 2026 - 12:13 WIB

Bantuan Bibit Kopi Pemerintah Picu Kebingungan Petani soal Aturan Hutan Lindung

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:01 WIB

Harimau Sumatera Serang Warga di Gayo Lues

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:11 WIB

Kunjungi Gayo Lues, Kapolda Aceh Minta Polisi Perkuat Pelayanan ke Masyarakat

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan