GAYO LUES | insetgalusnews.com | Kabupaten Gayo Lues kembali gagal menembus sepuluh besar pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-37 tingkat Provinsi Aceh yang digelar di Kabupaten Pidie Jaya.
Acara yang resmi ditutup, Jumat malam (7/11/2025) itu menempatkan Gayo Lues di posisi bawah dalam klasemen akhir perolehan nilai. Hasil tersebut memperpanjang tren serupa dari beberapa pelaksanaan MTQ Aceh sebelumnya.
Sejumlah kalangan menilai capaian ini menjadi sinyal kuat bagi Pemerintah Kabupaten Gayo Lues untuk segera mengevaluasi sistem pembinaan qari dan qariah di daerah. Minimnya regenerasi serta lemahnya pembinaan berjenjang disebut menjadi penyebab utama stagnasi prestasi Gayo Lues di ajang tilawatil Qur’an tingkat provinsi.
“Sudah saatnya pembinaan dilakukan serius dan berkelanjutan, dimulai dari tingkat kampung, kecamatan, hingga ke kabupaten. Potensi itu ada, tapi tidak digarap optimal,” ujar salah satu pemerhati pendidikan Islam di Blangkejeren, Sabtu (8/11/2025).
Bagi Gayo Lues, hasil MTQ tahun ini diharapkan menjadi momentum refleksi bagi lembaga pendidikan Islam, Kementerian Agama, dan Pemerintah Daerah untuk memperkuat kembali pembinaan tilawatil Qur’an dari akar rumput. Daerah yang dikenal religius dan dijuluki negeri seribu hafiz ini diyakini mampu bangkit jika dikelola dengan manajemen pembinaan yang terarah dan konsisten.
Berdasarkan data panitia pelaksana, Aceh Besar berhasil keluar sebagai juara umum dengan total 379 poin, disusul Banda Aceh dengan 344 poin, dan Pidie Jaya di posisi ketiga dengan 262 poin.
Sementara itu, tiga kabupaten dari kawasan tengah Aceh, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues, sama-sama gagal menembus sepuluh besar peserta terbaik.
Hingga berita ini diterbitkan, insetgalusnews telah mencoba menghubungi instansi terkait untuk meminta tanggapan resmi terkait hasil tersebut, namun belum mendapatkan respons.
Redaksi | insetgalusnews


































