GAYO LUES | insetgalusnews.com | Sekelompok mahasiswa dari Universitas Negeri Yogyakarta menyerahkan 150 batang bibit kopi Arabika Gayo kepada sejumlah sekolah menengah atas di Kabupaten Gayo Lues, Kamis (7/5/2026). Penyaluran bibit tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan kopi Gayo sekaligus upaya edukasi bagi pelajar untuk mengenal komoditas unggulan daerah sejak dini.
Penyerahan bibit disampaikan melalui Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gayo Lues, Jasiwa Maytense, yang menerima amanah dari para mahasiswa untuk menyalurkan bantuan tersebut kepada pihak sekolah.
Jasiwa mengatakan kegiatan tersebut menjadi bukti kepedulian kalangan mahasiswa dari luar daerah terhadap keberlanjutan budidaya kopi Gayo yang telah dikenal hingga pasar nasional dan internasional.
“Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta menitipkan amanah kepada Dinas Sosial Kabupaten Gayo Lues untuk menyalurkan bibit kopi Arabika Gayo kepada sekolah menengah atas, masing-masing sebanyak 25 batang,” ujar Jasiwa.
Menurutnya, tujuan pembagian bibit ini bukan sekadar kegiatan penanaman, melainkan sebagai sarana memperkenalkan tanaman kopi kepada generasi muda di Gayo Lues sejak usia sekolah.
Ia menyebut, para mahasiswa berharap para siswa dapat mengenal lebih dekat kopi Gayo sebagai identitas sekaligus potensi ekonomi daerah, sehingga ke depan muncul minat generasi muda untuk terlibat dalam pengembangan sektor perkebunan kopi.
“Mahasiswa UNY menilai kopi Gayo Lues memiliki potensi besar di pasar nasional maupun internasional. Generasi muda menjadi kunci keberlanjutan komoditas ini. Bagi siswa yang nantinya tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, budidaya kopi dapat menjadi pilihan usaha yang menjanjikan,” katanya.
Langkah tersebut juga dinilai sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Gayo Lues dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sektor kopi, sekaligus mendukung pelestarian ekosistem darat melalui penguatan budidaya tanaman produktif.
Kegiatan ini digagas oleh lima mahasiswi UNY, yakni Bilkis Hafizha Mesi Yolanda, Anindiya Fatma Syakuro, Dwi Mega Ayu Aindryana, Italia Renata Putri, dan Auliah Qorinaya. Mereka merupakan mahasiswa pemerhati kelestarian budidaya kopi Gayo sekaligus penguatan kesadaran lingkungan melalui sektor perkebunan berkelanjutan.
Redaksi | insetgalusnews


































