SERIAL FEATURE EDWAR CANTO; Kembali ke Gayo Lues, Mengabdi Tanpa Henti

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Senin, 15 Juni 2026 - 07:42 WIB

5068 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Edwar Canto di areal perkebunan kopi warga |doc|ist|

Edwar Canto di areal perkebunan kopi warga |doc|ist|

Tidak semua orang yang sukses di luar daerah memilih pulang.

Sebagian menetap di kota besar.

Sebagian mengejar jabatan yang lebih tinggi.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun Edwar Canto memilih jalan berbeda.

Ia pulang ke Gayo Lues.

PARIWARA | insetgalusnews.com | Ketika kembali ke tanah kelahirannya pada tahun 2007, Edwar membawa bekal pengalaman panjang sebagai peneliti pertanian.

Ia dipercaya menduduki berbagai jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues.

Mulai dari Kepala Seksi Penyuluhan Pertanian, Kepala Bidang Program dan Evaluasi, Kepala Bidang Pertanian, Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan hingga Sekretaris Dinas Pertanian.

Bagi banyak orang, jabatan adalah tujuan.

Bagi Edwar, jabatan hanyalah sarana untuk bekerja lebih luas.

Ia aktif mendampingi petani, menjadi narasumber pelatihan, mengembangkan konsep pertanian berbasis agroekologi, serta mendorong berbagai inovasi yang berpihak kepada masyarakat.

Salah satu gagasan yang banyak dikenal adalah pengembangan pertanian alternatif untuk mengalihkan ketergantungan masyarakat terhadap tanaman yang tidak produktif secara ekonomi menuju komoditas pertanian yang lebih bernilai.

Ia juga dikenal sebagai salah satu penggagas lahirnya Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) untuk pengelolaan alat dan mesin pertanian di Gayo Lues.

Di tingkat nasional, pengabdiannya berlanjut ketika bergabung dengan Badan Pangan Nasional Republik Indonesia.

Dari sana ia terlibat dalam berbagai agenda strategis tata kelola pangan nasional serta berkoordinasi dengan instansi pangan di seluruh Indonesia.

Meski demikian, mereka yang mengenalnya menyebut satu hal yang tidak pernah berubah dari dirinya.

Kesederhanaan.

Tidak ada jarak dengan masyarakat.

Tidak ada kesan birokratis yang berlebihan.

Ia tetap menjadi “Pak Edo” yang mudah ditemui dan ringan berdiskusi.

Kini, menjelang masa purnatugas, fokus hidupnya mulai bergeser.

Bukan lagi tentang jabatan.

Bukan pula tentang penghargaan.

Melainkan keluarga.

Ia ingin mendampingi ketiga anaknya yang sedang memasuki masa dewasa dan mempersiapkan diri untuk menunaikan ibadah haji pada 2027.

“Disiplin, ketangguhan, dan kompetensi,” katanya singkat ketika ditanya tentang prinsip hidup yang selalu dipegang.

Tiga kata sederhana. Namun tiga kata itulah yang menjelaskan perjalanan panjang seorang Edwar Canto.

Dari jejak Guru Angong di pedalaman Pining hingga ruang-ruang perencanaan pangan nasional, Edwar Canto membuktikan pengabdian tidak selalu harus dilakukan dari panggung besar.

Kadang-kadang, perubahan lahir dari orang-orang yang bekerja dalam senyap.

Dan mungkin, itulah alasan mengapa kisah hidupnya layak dikenang.

(Bersambung ke Episode 4: “Jejak Karir dan Pengabdian”)

Redaksi | insetgalusnews

Berita Terkait

SERIAL FEATURE “EDWAR CANTO” Di Antara Dentuman Senjata dan Mimpi Menjadi Peneliti
SERIAL FEATURE “EDWAR CANTO” Dari Pedalaman Pining Menuju Pentas Pengabdian Nasional
Meniti Jalan Dakwah dan Pengabdian, Secuil Kisah Ustad Amsyarullah di Negeri Seribu Bukit
Mengenal Lebih Dekat Sosok Inspiratif Doktor Sartika Mayasari
Menapaki Jejak Pengabdian Bung Khairuddin, dari Ruang Kelas hingga Kursi Ketua KIP Gayo Lues
Mudik yang Tertunda, Drama di Balik Terungkapnya Pembunuhan di Hari Fitri 1447H
Dia bernama Ibnu Hasim
Jejak Pengabdian “Bang Bram Aceh” Di Tanoh Gayo

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 07:42 WIB

SERIAL FEATURE EDWAR CANTO; Kembali ke Gayo Lues, Mengabdi Tanpa Henti

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:21 WIB

SERIAL FEATURE “EDWAR CANTO” Di Antara Dentuman Senjata dan Mimpi Menjadi Peneliti

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:07 WIB

SERIAL FEATURE “EDWAR CANTO” Dari Pedalaman Pining Menuju Pentas Pengabdian Nasional

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:58 WIB

Mengenal Lebih Dekat Sosok Inspiratif Doktor Sartika Mayasari

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:38 WIB

Menapaki Jejak Pengabdian Bung Khairuddin, dari Ruang Kelas hingga Kursi Ketua KIP Gayo Lues

Kamis, 26 Maret 2026 - 17:22 WIB

Mudik yang Tertunda, Drama di Balik Terungkapnya Pembunuhan di Hari Fitri 1447H

Sabtu, 7 Maret 2026 - 19:33 WIB

Dia bernama Ibnu Hasim

Sabtu, 7 Maret 2026 - 18:23 WIB

Jejak Pengabdian “Bang Bram Aceh” Di Tanoh Gayo

Berita Terbaru

INTERNASIONAL

Shakira Kembali Jadi Pelantun Lagu Resmi Piala Dunia 2026

Kamis, 11 Jun 2026 - 22:01 WIB

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan