Bencana Hidro! Alam Berdzikir dan Amanah Diuji

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Selasa, 6 Januari 2026 - 21:58 WIB

50523 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketika alam memberi tanda, manusia tak boleh berpaling, Bencana Hidro berulang di jalur utama Blangkejeren-Kutacane, Begade Empat-Putri Betung.

Ketika alam memberi tanda, manusia tak boleh berpaling, Bencana Hidro berulang di jalur utama Blangkejeren-Kutacane, Begade Empat-Putri Betung.

Jika hikmah Surah Yusuf belum juga menyentuh nurani para penjaga amanah, belum melunakkan hati yang diberi kuasa atas jalan dan keselamatan, sementara banjir dan longsor di Gayo Lues menjadi dzikir panjang rakyat kecil, maka Surah Yasin kami lantunkan di antara lumpur dan doa, sebagai munajat sunyi yang naik dari tanah yang terluka, agar Allah SWT sendiri menegur kelalaian, membangunkan yang tertidur dalam kewenangan, dan menuliskan takdir negeri ini dengan keadilan yang tak bisa ditunda.

TAJUK RENCANA | insetgalusnews.com | Bencana hidrometeorologi yang berulang melanda Kabupaten Gayo Lues bukan sekadar peristiwa alam. Banjir bandang, longsor, dan terputusnya akses jalan utama Blangkejeren-Kutacane adalah rangkaian peringatan yang seharusnya dibaca sebagai ujian atas kesiapsiagaan, kecepatan respons, dan kehadiran negara di wilayah rawan bencana.

Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat menyaksikan bagaimana alam bergerak lebih cepat dibandingkan langkah penanganan. Titik-titik longsor yang vital, jalur logistik yang terhambat, serta keterbatasan alat berat menjadi potret nyata manajemen kebencanaan belum sepenuhnya berjalan optimal. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mendasar. Sejauh mana amanah publik dijalankan ketika keselamatan warga dipertaruhkan?

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara moral dan konstitusional, negara wajib hadir. Pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan seluruh pemangku kepentingan. Termasuk BUMN yang diberi mandat mengelola jalan nasional. Memiliki tanggung jawab yang tidak bisa ditunda. Penanganan darurat bencana tidak semata soal prosedur administratif, melainkan soal nyawa, akses ekonomi, dan keberlangsungan hidup masyarakat pedalaman.

Dalam kacamata kearifan lokal dan spiritual masyarakat Gayo Lues, bencana kerap dipahami sebagai cermin. Alam seakan “berdzikir”, mengingatkan manusia agar tidak lalai terhadap amanah. Ketika ikhtiar manusia berjalan lambat, doa menjadi penopang terakhir. Namun doa tidak boleh dijadikan alasan untuk menormalisasi keterlambatan dan ketidaksiapan.

Tajuk ini menegaskan, refleksi batin harus berjalan seiring dengan tindakan nyata. Evaluasi menyeluruh terhadap mitigasi bencana, percepatan mobilisasi peralatan, dan koordinasi lintas lembaga harus tetap dilakukan. Gayo Lues tidak membutuhkan simpati sesaat, melainkan kehadiran nyata dan kebijakan yang berpihak pada keselamatan warga.

Sebab pada akhirnya, bencana bukan hanya menguji kekuatan alam, tetapi juga menguji integritas, kepemimpinan, dan keberpihakan negara terhadap rakyatnya.


TAJUK | ini tidak lahir dari amarah, melainkan dari kegelisahan yang tumbuh di antara lumpur, longsor, dan doa-doa warga. Ia bukan tudingan, apalagi vonis, melainkan cermin yang kami letakkan dengan harap, agar setiap amanah yang diemban dapat kembali diingat dan dipertanggungjawabkan.
Redaksi percaya, kritik adalah bentuk kepedulian, dan kepedulian adalah cara paling jujur mencintai daerah ini.
Jika kata-kata kami terasa tajam, itu semata karena keselamatan manusia tidak pernah boleh ditunda oleh waktu atau alasan. Semoga tulisan ini dibaca dengan hati yang lapang, didengar sebagai ikhtiar bersama, dan dijawab dengan langkah nyata demi Gayo Lues yang lebih selamat dan berkeadilan.

Redaksi | insetgalusnews

Berita Terkait

Jembatan Darurat Pintu Rime-Pining. Menutup Kekosongan Kebijakan Pasca Bencana. Siapa Yang Berperan?
Kriminal Ramai, Akhlak Sepi
Huntara dan Tanggung Jawab Pelaksana yang Tak Boleh Samar
Ganja Dibasmi, Kemiskinan Dibiarkan? Setelah Dibakar, Lalu Mau Diapain?  
Bencana Hidrometeorologi Aceh-Pengingat Bagi Kamu Aku dan Dia
Cermin Retak Perbaikan Jalan Blangkejeren-Kutacane, Negara Diuji di Pegunungan Gayo Lues
Sodara Dari Abdya, Ia Ada Bersama Kita
80 Tahun Merdeka; Siapa Sebenarnya Penjajah Lingkungan Kita? Jawabannya Menyakitkan

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:55 WIB

Petani Resah, Harimau Dilaporkan Berkeliaran di Pegunungan Blang Pegayon

Senin, 25 Mei 2026 - 12:13 WIB

Bantuan Bibit Kopi Pemerintah Picu Kebingungan Petani soal Aturan Hutan Lindung

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:01 WIB

Harimau Sumatera Serang Warga di Gayo Lues

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:11 WIB

Kunjungi Gayo Lues, Kapolda Aceh Minta Polisi Perkuat Pelayanan ke Masyarakat

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:40 WIB

Kapolres Gayo Lues Ganjar Personel Berprestasi, IDI Beri Apresiasi atas Pengungkapan Kasus Dokter Muda

Senin, 4 Mei 2026 - 19:40 WIB

Akses Perkebunan Rusak, Warga Terpaksa Panggul Bibit Kopi Kelokasi Tanam

Kamis, 30 April 2026 - 19:29 WIB

Atasi Gangguan Pascabencana, Diskominfo Galus Wacanakan Jaringan Internet Mandiri

Kamis, 23 April 2026 - 21:22 WIB

Jakaria S Hut; Tanaman Kopi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Warga

Berita Terbaru

INTERNASIONAL

Shakira Kembali Jadi Pelantun Lagu Resmi Piala Dunia 2026

Kamis, 11 Jun 2026 - 22:01 WIB

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan