BLANGKEJEREN | insetgalusnews.com | Badan Narkotika Nasional Kabupaten Gayo Lues memperkuat langkah Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) melalui Rapat Koordinasi Pemetaan Program Pemberdayaan Masyarakat, Kamis (20/6/2025), di Logon Hill Cafe, Blangkejeren.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala BNNK Fauzul Iman ST MSi yang menekankan urgensi memutus rantai peredaran narkotika melalui pemberdayaan desa dan kolaborasi lintas sektor. “P4GN bukan hanya tugas negara, tapi tanggung jawab bersama menuju Generasi Emas 2045,” tegasnya.
Ia menyebut, situasi darurat narkoba saat ini sudah pada level mengkhawatirkan. Berdasarkan World Drug Report 2022, penyalahgunaan narkoba global menyentuh angka 292 juta orang. Di Indonesia, menurut survei BNN 2023, pengguna narkoba kategori setahun pakai mencapai 3,6 juta orang, dengan jenis paling banyak disalahgunakan adalah ganja (41,4%) dan sabu (25,7%).
Fauzul menekankan bahwa upaya P4GN harus menyentuh akar rumput. “Pemberdayaan desa adalah ujung tombak. Kami akan latih penggiat anti narkoba dari unsur masyarakat dan perangkat desa untuk menjadi agen perubahan di komunitasnya,” ujarnya.
Dalam sambutan tertulis Bupati Suhaidi, yang dibacakan oleh Kepala DPMK Mukhtarudin ditegaskan bahwa narkoba merupakan extraordinary crime dan alat perang gaya baru (proxy war) yang harus dilawan secara sistematis. “Kita harus satu persepsi dan satu strategi dalam menyusun program dan anggaran untuk mencegah kehancuran generasi muda akibat narkoba,” ucapnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif, yang menghasilkan sejumlah masukan strategis dari peserta untuk mendukung percepatan pembentukan Desa Bersinar di Gayo Lues.
| Insetgalusnews.com | pers rilis


































