Kasus Rudapaksa: Warga Bahas Lemahnya Sistem Perlindungan Anak. DP3KB: Kami Aktif Melakukan Edukasi

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Senin, 2 Juni 2025 - 18:09 WIB

501,765 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES | insetgalusNews  | Hermansyah, pria yang melakukan aksi kekerasan seksual terhadap anak kandungnya sendiri telah berhasil diamankan oleh pihak kepolisian Gayo Lues. Proses hukum kini tengah berlangsung dan menjadi sorotan  publik. Pelaku dihujat, dihina, dan dicaci maki karena mereka menilai ini adalah sebagai bentuk pengkhianatan terhadap nilai-nilai luhur adat, budaya dan agama masyarakat Gayo di Aceh.

Peristiwa memilukan ini menimbulkan luka mendalam di tengah masyarakat. Minimnya penjelasan dari pihak berwenang turut memicu spekulasi dan keresahan, baik di ruang-ruang diskusi publik seperti warung kopi maupun di grup percakapan daring.

Banyak pihak menyoroti peristiwa ini terjadi karena lemahnya sistem perlindungan anak serta lemahnya peran instansi terkait, termasuk Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3KB) Gayo Lues, dalam memberikan edukasi dan pengawasan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi hal ini, Manajer Kasus DP3KB Gayo Lues, Sahuri Ramadana, pada Senin (2/6/2025) kepada kru INSETGALUS News menjelaskan bahwa pihaknya selama ini aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan kekerasan terhadap anak, terutama di lingkungan keluarga.
Dan kegiatan tersebut kerap dilakukan melalui pertemuan tatap muka di sekolah, balai desa, serta komunitas-komunitas lokal.

Namun ia menyayangkan bahwa pada tahun anggaran 2025 ini, kegiatan sosialisasi ini tidak dapat dilaksanakan secara optimal karena terkendala oleh regulasi dan keterbatasan anggaran.
Pun demikian, pihaknya tetap berkomitmen untuk mencari alternatif lain agar upaya edukasi kepada masyarakat tetap berlangsung, meski di tengah keterbatasan.
“Padahal, edukasi seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Kami berharap ke depan ada solusi regulasi agar program perlindungan anak dapat berjalan lebih maksimal,” tambahnya.

Selain itu ia juga menyebut, pasca kejadian tragis kasus pemerkosaan terhadap anak yang dilakukan orang tua kandungnya sendiri itu, mereka langsung turun memberikan pendampingan psikologis kepada korban dan keluarga. Serta memastikan proses hukum berjalan dengan tetap mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak tersebut,
“anak itu kini dalam pendampingan, dan tempatnya dirahasiakan untuk menjaga perkembangan kejiwaannya pasca trauma” ujar Sahuri.

Kasus ini menjadi alarm keras bagi kita semua bahwa perlindungan anak harus diperkuat secara sistematis. Predator seksual, apalagi dari lingkungan terdekat, harus dihukum berat tanpa kompromi. Di sisi lain, regulasi yang berpihak pada upaya pencegahan dan edukasi sangat mendesak untuk segera dibenahi, katanya.

Redaksi | insetgalusnews |

Berita Terkait

Jalan Blangkejeren-Kutacane Kembali Longsor, Pengguna Jalan Diminta Waspada
42 Santri Al Bunayya Ikuti Haflah Takrim, Karmilawati Tuntaskan Hafalan 30 Juz
Peringati Tahun Baru Islam, Santri Bunayya Tampilkan Tari Saman Cilik dan Raih Penghargaan Prestasi
Mobil Pikap Terjun ke Pinggir Sungai di Ruas Blangkejeren-Kutacane, DPRK Soroti Penanganan Longsor
Petani Resah, Harimau Dilaporkan Berkeliaran di Pegunungan Blang Pegayon
Ridwansyah SP, Budaya “Panglo” Kearifan Lokal Menekan Biaya Tanam Kopi
Bantuan Bibit Kopi Pemerintah Picu Kebingungan Petani soal Aturan Hutan Lindung
Harimau Sumatera Serang Warga di Gayo Lues

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:51 WIB

Jalan Blangkejeren-Kutacane Kembali Longsor, Pengguna Jalan Diminta Waspada

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:42 WIB

42 Santri Al Bunayya Ikuti Haflah Takrim, Karmilawati Tuntaskan Hafalan 30 Juz

Senin, 15 Juni 2026 - 09:30 WIB

Mobil Pikap Terjun ke Pinggir Sungai di Ruas Blangkejeren-Kutacane, DPRK Soroti Penanganan Longsor

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:55 WIB

Petani Resah, Harimau Dilaporkan Berkeliaran di Pegunungan Blang Pegayon

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:29 WIB

Ridwansyah SP, Budaya “Panglo” Kearifan Lokal Menekan Biaya Tanam Kopi

Senin, 25 Mei 2026 - 12:13 WIB

Bantuan Bibit Kopi Pemerintah Picu Kebingungan Petani soal Aturan Hutan Lindung

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:01 WIB

Harimau Sumatera Serang Warga di Gayo Lues

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:11 WIB

Kunjungi Gayo Lues, Kapolda Aceh Minta Polisi Perkuat Pelayanan ke Masyarakat

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan