Sosok di Balik Seragam “Catatan Jurnalisme Sastra dari Tanah Seribu Bukit”

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Selasa, 1 Juli 2025 - 22:36 WIB

501,285 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo | Sketsa | Kapolres Gayo Lues AKBP Hyrowo SIK dan Ny Pipit Hyrowo

Photo | Sketsa | Kapolres Gayo Lues AKBP Hyrowo SIK dan Ny Pipit Hyrowo

“AKBP Hyrowo tak menulis puisi, tapi langkahnya adalah bait demi bait yang ditulis dengan peluh dan kasih, pada halaman hati rakyat yang pernah merasa sepi. Ia tak menerbitkan buku, tapi kisahnya hidup di antara senyum warga desa dan bisik doa anak-anak panti”


Gayo Lues | Insetgalusnews.com | Di tengah gegap gempita Hari Bhayangkara ke-79, ketika panggung-panggung berdiri megah dan seragam kebanggaan menyala dalam sorotan kamera.

Di Gayo Lues, ada narasi lain yang tak tertulis dalam protokol. Bukan soal pangkat, bukan pula soal barisan, melainkan tentang seseorang yang hadir bukan hanya sebagai aparat, tapi sebagai manusia.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namanya AKBP Hyrowo SIK Kapolres Gayo Lues. Lahir pada 5 Juli 1984, lulusan Akpol 2006, dan kini, tak hanya membawa tongkat komando, tapi juga membawa seberkas cahaya kehangatan yang menyentuh jantung masyarakat.

Bagi sebagian orang, polisi adalah bayangan tegas di tengah jalan raya. Tapi bagi banyak warga di dataran tinggi Seribu Bukit ini, sosok Hyrowo menjelma menjadi sahabat dalam sunyi. Ia bukan hanya berdiri tegak dalam apel, tapi juga membungkuk hormat di depan warga lansia. Ia tak hanya memberi perintah, tapi juga mendengar keluh kesah petani, pedagang kaki lima, anak yatim, dan ibu-ibu pasar tradisional yang sering kali lupa jadi berita.

Sejak mengemban amanah sebagai Kapolres Gayo Lues, belum genap setahun, ia lebih banyak berjalan kaki ke kampung-kampung daripada duduk di balik meja. Menyapa, menyalami, merangkul dengan ketulusan yang tak bisa dipoles protokoler. Rumah ibadah, warung kopi sederhana, hingga pelataran sekolah-menjadi saksi dari kepemimpinan yang lebih mengedepankan hati.

Disiplin dan ketegasan tetap ada, tentu. Tapi dalam keseharian, ia lebih sering terlihat duduk bersila di pelataran surau, berdialog ringan dengan warga desa, atau membantu dan memberi arahana kepada warga sekitar. Dalam banyak kesempatan, ia datang tanpa sirene. Dalam banyak hati, ia tinggal tanpa perlu izin.

Di balik sosoknya, berdiri pula seorang perempuan yang menjadi cermin kepekaan yang sama: Ny Pipit Hyrowo. Istri, sahabat, sekaligus rekan kemanusiaan. Bersama, mereka menyusuri banyak ruang yang sering luput dari perhatian-panti jompo, rumah-rumah anak yatim, komunitas perempuan pedalaman, dan berbagai ruang sunyi yang tak pernah diliput media besar.

Kini, saat Bhayangkara dirayakan di seantero negeri dengan parade dan panggung besar, di Gayo Lues, perayaan itu berjalan dengan warna berbeda. Lebih senyap, tapi lebih terasa. Karena ada langkah yang benar-benar menyentuh bumi. Ada pemimpin yang tak hanya menyapa dari atas podium, tapi datang memeluk luka masyarakat secara langsung.

AKBP Hyrowo mungkin tidak menulis puisi. Tapi tindakannya menjelma sajak yang ditulis dari ladang-ladang kering, dari peluh rakyat kecil, dan dari harapan yang disematkan pada sosok berbaju cokelat itu.

Ia tak menerbitkan buku. Tapi kisah hidupnya telah menjadi narasi panjang yang hidup dalam benak banyak orang.

Bhayangkara, di tangannya, bukan lagi simbol kekuasaan. Tapi telah menjadi wajah kemanusiaan. Menjaga, merawat, dan hadir saat dibutuhkan.


Redaksi Insetgalusnews.com mengucapkan Selamat HUT Bhayangkara ke-79 Semoga Bhayangkara semakin dekat dengan rakyat, dan semakin bermakna dalam setiap langkahnya.

Berita Terkait

Mudik yang Tertunda, Drama di Balik Terungkapnya Pembunuhan di Hari Fitri 1447H
Dia bernama Ibnu Hasim
Jejak Pengabdian “Bang Bram Aceh” Di Tanoh Gayo
Mengenal Lebih Dekat Muhtarudin, Kepala SMA Negeri 1 Putri Betung yang Visioner dan Membumi
Dari Cleaning Service ke Kepala Sekolah. Perjalanan Inspiratif Marjuan Menaklukkan Keterbatasan
Mengenal Lebih Dekat Ustaz Dr Andi Putra Lc MA | Putra Terangun yang Meniti Jalan Ilmu hingga Mancanegara
Coffee Morning Bersama Dr Alihasimy SAg MA Dosen Pascasarjana IAIN Aceh Tengah
Siapa Mereka? Dua Presiden yang Menjaga Republik Saat Bangsa Ini Hampir Tumbang

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 09:36 WIB

Bupati-Wabup Tegaskan Disiplin ASN, Plt Sekda; Kepala SKPK Wajib Awasi dan Evaluasi

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:42 WIB

Ketua HWK Apresiasi Kinerja Polres Galus, Soroti Pentingnya Perlindungan Perempuan

Senin, 23 Maret 2026 - 18:04 WIB

Polres Gayo Lues Targetkan Ungkap Kasus Pembunuhan 2×24 Jam

Selasa, 17 Maret 2026 - 19:43 WIB

Pererat Silaturahmi Pengurus, DPD II Partai Golkar Gayo Lues Gelar Buka Puasa Bersama

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:46 WIB

Warga Temukan Jasad Membusuk di Sangir, Polisi Lakukan Penyelidikan

Selasa, 24 Februari 2026 - 15:14 WIB

Vendor Sebut Pembangunan Huntara di Pungke Jaya Di Hentikan Tanpa Penjelasan

Senin, 23 Februari 2026 - 20:01 WIB

Mantan Calon Bupati Terlibat, Polres Galus Bongkar Jaringan Ganja Yang Dikendalikan Dari LP

Minggu, 15 Februari 2026 - 21:01 WIB

Progres Pembangunan Huntara Capai 50 Persen, Sejumlah Lokasi Ditarget Rampung Sebelum Ramadhan

Berita Terbaru

Jakaria SHut Praktisi Petani Kopi yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan & Permukiman Kabupaten Gayo Lues

GAYO LUES

Jakaria S Hut; Tanaman Kopi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Warga

Kamis, 23 Apr 2026 - 21:22 WIB

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan