Siapa Mereka? Dua Presiden yang Menjaga Republik Saat Bangsa Ini Hampir Tumbang

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Kamis, 20 November 2025 - 17:27 WIB

501,243 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ini hanya sketsa untuk pemanis artikel |doc|inset|

Gambar ini hanya sketsa untuk pemanis artikel |doc|inset|

Biar baca sejarahnya tidak tegang. Tulisan ini tidak bermaksud membuat Anda panik karena baru tahu ada “presiden tambahan” dalam sejarah Indonesia. Tidak untuk ujian, tidak untuk debat kusir. Nikmati saja. Sejarah kadang memang penuh plot twist.

PARIWARA | insetgalusnews.com | Dalam perjalanan panjang Republik Indonesia, ada bab yang jarang disorot, seolah hanya menjadi catatan kaki. Padahal, di dalam bab itu ada dua tokoh yang memegang peran kunci ketika negara berada di ujung tanduk, Syafruddin Prawiranegara dan Mr Assaat. Dua nama ini tidak sefamiliar para presiden lainnya, tetapi tanpa mereka, jalannya sejarah Indonesia mungkin berbeda.

Pada tahun 1948, republik menghadapi masa paling genting. Yogyakarta diserang, para pemimpin bangsa ditawan, dan dunia siap menyimpulkan bahwa Indonesia telah runtuh. Dalam situasi penuh ketidakpastian itu, Syafruddin Prawiranegara mengambil tanggung jawab besar yang tidak dipersiapkan siapa pun, memimpin negara dari Bukittinggi melalui Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Keputusannya menjaga eksistensi republik secara politik dan diplomatik. Titik krusial yang membuat Indonesia tetap diakui sebagai negara merdeka.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tahun berikutnya, ketika struktur negara berubah menjadi Republik Indonesia Serikat, hadir sosok Mr Assaat, memimpin Republik Indonesia berbasis Yogyakarta. Ia menjadi presiden sementara, pemimpin yang memastikan republik tetap berjalan hingga akhirnya NKRI dipulihkan. Dengan sikap tenang dan tanpa sorotan berlebihan, ia memikul tugas menjaga kesinambungan negara yang masih rapuh.

Kedua tokoh ini tampil bukan pada masa gemilang, tetapi di tengah krisis yang mengancam keberadaan republik sendiri. Mereka tidak memimpin di bawah gemerlap panggung sejarah, tetapi dalam senyap yang penuh tanggung jawab. Tidak banyak yang memberi mereka penghargaan setimpal, tidak banyak yang mengingat bahwa mereka juga presiden yang pernah melindungi Indonesia.

Kini, tugas kita sebagai bangsa ialah mengakui peran mereka secara layak. Mengingat berdirinya negara ini tidak hanya dijaga oleh tokoh-tokoh besar yang sering disebut, tetapi juga oleh mereka yang bekerja dalam sunyi.

Karena republik ini pernah dititipkan kepada dua pemimpin yang mungkin jarang kita kenal, tetapi sangat besar jasanya. Dan kita berutang untuk mengingat mereka.


Redaksi insetgalusnews | Jika setelah membaca ini Anda tiba-tiba merasa ingin memperbaiki pelajaran sejarah waktu sekolah dulu-tenang, itu reaksi normal.

Berita Terkait

EPISODE 4 (TAMAT) SERIAL FEATURE EDWAR CANTO; Pada akhirnya, setiap perjalanan akan bermuara pada satu tujuan “pulang”.
SERIAL FEATURE EDWAR CANTO; Kembali ke Gayo Lues, Mengabdi Tanpa Henti
SERIAL FEATURE “EDWAR CANTO” Di Antara Dentuman Senjata dan Mimpi Menjadi Peneliti
SERIAL FEATURE “EDWAR CANTO” Dari Pedalaman Pining Menuju Pentas Pengabdian Nasional
Meniti Jalan Dakwah dan Pengabdian, Secuil Kisah Ustad Amsyarullah di Negeri Seribu Bukit
Mengenal Lebih Dekat Sosok Inspiratif Doktor Sartika Mayasari
Menapaki Jejak Pengabdian Bung Khairuddin, dari Ruang Kelas hingga Kursi Ketua KIP Gayo Lues
Mudik yang Tertunda, Drama di Balik Terungkapnya Pembunuhan di Hari Fitri 1447H

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 12:57 WIB

Sungai Tripe Meluap, Dua Akses Penghubung Kecamatan di Gayo Lues Tak Bisa Dilalui

Minggu, 13 September 2026 - 16:38 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria, Sabu 1,28 Gram Disita

Kamis, 10 September 2026 - 17:31 WIB

Bank Aceh Syariah Hadir, Bantu Korban Kebakaran Desa Ulun Tanoh

Rabu, 9 September 2026 - 08:30 WIB

Kebakaran Dini Hari di Kutepanyang, 17 Rusak Berat, 3 Rusak Ringan

Jumat, 4 September 2026 - 20:12 WIB

Komisi I Apresiasi Polres Ungkap Peredaran Sabu. Ia Dorong Polisi Kejar Pemasok

Jumat, 4 September 2026 - 17:54 WIB

Polisi Tangkap Pria di Gele, Sabu 0,64 Gram Jadi Barang Bukti

Rabu, 2 September 2026 - 10:50 WIB

Aceh Masuk Kategori Siaga BMKG, Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengintai

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:12 WIB

Muhammadiyah Gayo Lues Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Lukup Baru

Berita Terbaru

Pimpinan Cabang Bank Aceh Syariah Gayo Lues, Mahara Miko serahkan bantuan kepada korban kebakaran Desa Ulun Tanoh yang diterima langsung oleh Pengulu setempat, Suhardinsyah, Kamis (10/9/2026)

GAYO LUES

Bank Aceh Syariah Hadir, Bantu Korban Kebakaran Desa Ulun Tanoh

Kamis, 10 Sep 2026 - 17:31 WIB

Dapur SPPG Blang Jerango yang dikelola Yayasan Bustanul Quran. SPPG tersebut telah menerapkan standar operasional prosedur, didukung peralatan pengolahan makanan serta tenaga yang menangani proses produksi.

BERITA UTAMA

AML Nilai MBG Lebih Tepat Dikelola Melalui Dapur SPPG

Kamis, 10 Sep 2026 - 15:58 WIB

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan