Cermin Retak Perbaikan Jalan Blangkejeren-Kutacane, Negara Diuji di Pegunungan Gayo Lues

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Sabtu, 3 Januari 2026 - 13:36 WIB

50797 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketika jalan nasional rusak dan terputus berulang kali, negara diuji. Dan ketika penanganannya diserahkan kepada BUMN tanpa dukungan sumber daya yang memadai di lapangan, rakyat pun bertanya. Dimana sebenarnya kehadiran negara?

Di jalur Blangkejeren-Kutacane. Setiap longsor bukan hanya meruntuhkan badan jalan, tetapi juga meruntuhkan harapan masyarakat Gayo Lues.

TAJUK RENCANA | insetgalusnews.com | Kerusakan Jalan Nasional Blangkejeren-Kutacane bukan lagi sekadar persoalan infrastruktur. Ia telah menjelma menjadi cermin kehadiran negara di salah satu wilayah paling rentan dan terluar di Provinsi Aceh, Kabupaten Gayo Lues.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi sebagian pihak di pusat kekuasaan, jalan ini mungkin hanya tercatat sebagai ruas nasional dalam dokumen perencanaan. Namun bagi masyarakat Gayo Lues yang berjumlah sekitar 104 ribu jiwa, jalan Blangkejeren-Kutacane adalah urat nadi kehidupan. Dari jalur inilah hasil pertanian dibawa keluar, logistik masuk ke daerah, anak-anak menuju sekolah, dan warga menggantungkan harapan untuk memperoleh layanan kesehatan.

Ketika jalan ini terputus akibat longsor, badan jalan amblas, atau jembatan darurat yang tak lagi mampu bertahan, maka yang terputus bukan hanya arus kendaraan, tetapi denyut kehidupan masyarakat. Harga bahan pokok melonjak, distribusi logistik tersendat, dan aktivitas ekonomi rakyat kecil terhenti. Setiap musim hujan datang, kecemasan pun ikut menyelimuti.

Hari ini, negara telah menyerahkan penanganan perbaikan Jalan Nasional Blangkejeren-Kutacane kepada PT Hutama Karya (HK). Namun pertanyaan mendasar yang patut diajukan adalah apakah kehadiran negara melalui BUMN tersebut benar-benar dirasakan masyarakat di lapangan?

Fakta yang terjadi menunjukkan, hingga saat ini PT Hutama Karya belum memobilisasi peralatan berat secara maksimal dari luar daerah. Penanganan di lapangan justru banyak mengandalkan peralatan alakadarnya yang tersedia di Kabupaten Gayo Lues dan Aceh Tenggara. Kondisi ini membuat proses perbaikan berjalan lambat, bersifat sementara, dan belum menyentuh akar persoalan kerusakan jalan yang berulang.

Redaksi memandang, menyerahkan penanganan kepada BUMN strategis sekelas PT Hutama Karya seharusnya diiringi dengan mobilisasi sumber daya yang memadai, peralatan lengkap, serta pendekatan teknis yang komprehensif. Jika tidak, maka penugasan negara hanya akan berganti nama pelaksana, tanpa mengubah nasib jalan dan penderitaan masyarakat.

Bencana hidrometeorologi memang tidak bisa dihindari. Namun kerusakan berulang di titik yang sama menunjukkan lemahnya solusi permanen. Tambal sulam, penimbunan darurat, dan jembatan sementara bukanlah jawaban bagi jalur nasional yang memikul beban sosial dan ekonomi sebesar ini.

Yang paling mengusik nurani adalah dampak kemanusiaan di balik lambannya penanganan. Ketika akses terputus, ada warga sakit yang tertahan berjam-jam, bahkan berhari-hari. Ada ibu hamil yang cemas karena jalan menuju fasilitas kesehatan tak bisa dilalui. Ada anak-anak yang terpaksa menghentikan sekolah sementara karena jalur penghubung rusak. Di Blangkejeren–Kutacane, keterlambatan bukan soal teknis, melainkan soal keselamatan dan martabat manusia.

Redaksi insetgalusnews.com menegaskan, perbaikan Jalan Blangkejeren–Kutacane harus ditempatkan sebagai prioritas nasional, dengan pendekatan serius, transparan, dan berkelanjutan. Negara tidak cukup hanya menunjuk pelaksana proyek, tetapi juga wajib memastikan kualitas, kecepatan, dan keberpihakan pada keselamatan rakyat.

Di tengah narasi Indonesia Maju, Gayo Lues tidak menuntut kemewahan. Masyarakat hanya meminta jalan yang layak, aman, dan tahan bencana, agar mereka bisa hidup wajar di tanahnya sendiri tanpa rasa takut setiap kali hujan turun.

Presiden Republik Indonesia dan Kementerian PUPR kini diuji. Bukan oleh pidato, bukan oleh laporan di atas meja, tetapi oleh keputusan nyata dan pengawasan sungguh-sungguh di ruas Blangkejeren–Kutacane.

Sebab jika jalan ini terus rusak dan penanganan dibiarkan setengah hati, maka yang hancur bukan hanya badan jalan, melainkan kepercayaan rakyat kepada negara yang seharusnya melindungi mereka.

Redaksi | insetgalusnews.com


Tajuk Redaksi insetgalusnews ini ditulis sebagai suara kepedulian dan nurani masyarakat Gayo Lues. Kritik yang disampaikan bukan untuk menyalahkan, melainkan untuk mengetuk kesadaran agar negara hadir lebih sungguh-sungguh di jalan Blangkejeren-Kutacane, demi keselamatan, martabat, dan harapan hidup 104 ribu jiwa.

Berita Terkait

Jembatan Darurat Pintu Rime-Pining. Menutup Kekosongan Kebijakan Pasca Bencana. Siapa Yang Berperan?
Kriminal Ramai, Akhlak Sepi
Huntara dan Tanggung Jawab Pelaksana yang Tak Boleh Samar
Ganja Dibasmi, Kemiskinan Dibiarkan? Setelah Dibakar, Lalu Mau Diapain?  
Bencana Hidrometeorologi Aceh-Pengingat Bagi Kamu Aku dan Dia
Bencana Hidro! Alam Berdzikir dan Amanah Diuji
Sodara Dari Abdya, Ia Ada Bersama Kita
80 Tahun Merdeka; Siapa Sebenarnya Penjajah Lingkungan Kita? Jawabannya Menyakitkan

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 00:20 WIB

Akses Rusak, Kegiatan Belajar Siswa SMPN Satu Atap Kendawi Dipindahkan ke Meunasah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:03 WIB

Terungkap! Oknum ASN yang Ditangkap dalam Kasus Sabu di Gayo Lues Ternyata Bukan Pegawai Pemkab

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:39 WIB

ASN di Gayo Lues Ditangkap dalam Kasus Dugaan Peredaran Sabu, Polisi Sita Dua Paket Narkotika

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:34 WIB

Gempa M5,6 Guncang Gayo Lues, Terbesar di Indonesia dalam Sepekan

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:21 WIB

BNNK Gayo Lues; 4,15 Juta Warga Indonesia Terjerat Narkoba, Instansi Diminta Perkuat Benteng Pencegahan

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:53 WIB

BNNK Gayo Lues dan Starbucks FSC Monitoring Program Kopi, 160 Petani Binaan Kelola 104 Hektare Lahan

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:03 WIB

Kelangkaan BBM Kian Mengkhawatirkan, Aktivitas Warga Lumpuh, Sejumlah Siswa Tak Bisa Bersekolah

Senin, 13 Juli 2026 - 12:07 WIB

Temu Ramah MPLS, Kacabdin Galus Dorong Gerakan Bersama Bentuk Generasi Berkarakter

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan