Di tengah keterbatasan akses pendidikan tinggi di wilayah pedalaman Aceh, secangkir kopi hangat di Blangkejeren menjadi saksi hadirnya harapan baru. Melalui kegiatan coffee morning, Dr Alihasimy SAg, MA, dosen Pascasarjana IAIN Takengon Aceh Tengah, membawa pesan sederhana namun penting; pendidikan berkualitas kini tak lagi harus ditempuh jauh dari tanah kelahiran.
PARIWARA | insetgalusnews.com | Kunjungan Dr Alihasimy, SAg, MA, dosen Pascasarjana IAIN Takengon Aceh Tengah, ke Kabupaten Gayo Lues pada Rabu, 28 Januari 2026, menjadi momentum penting dalam memperkuat sosialisasi pendidikan tinggi Islam di wilayah tengah Aceh. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda pengenalan eksistensi IAIN Takengon yang telah berdiri sejak tahun 1987.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Dr. Alihasimy bersama tim dosen IAIN menyempatkan diri melaksanakan salat Subuh berjamaah di Masjid Taqwa Blangkejeren, yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan coffee morning bersama sejumlah tokoh dan pemerhati pendidikan di Gayo Lues.
Pada kesempatan itu, Dr. Alihasimy menyampaikan bahwa pada tahun ajaran 2026, IAIN Takengon akan membuka pendaftaran penerimaan mahasiswa baru jenjang Strata Satu (S1) dengan beberapa program studi, yakni Ekonomi Syariah, Hukum Tata Negara (Siyasah), Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, serta Komunikasi dan Penyiaran Islam. Beragam pilihan program studi tersebut diharapkan dapat memberi ruang bagi calon mahasiswa untuk menentukan jurusan sesuai bakat dan minatnya.
IAIN Takengon memiliki visi menjadi pusat keunggulan studi Islam berbasis kearifan lokal, khususnya di wilayah tengah Aceh yang meliputi Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara. Kehadiran perguruan tinggi ini dinilai sebagai salah satu solusi strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan biaya pendidikan, dibandingkan harus menempuh studi ke luar daerah seperti Banda Aceh maupun Medan.
Peluang Pascasarjana Kelas Jauh
Sebagai Ketua Program Studi Pascasarjana IAIN Takengon, Dr. Alihasimy juga membuka peluang bagi putra-putri Gayo Lues, khususnya aparatur sipil negara dan pejabat daerah, untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana. Apabila jumlah calon mahasiswa mencukupi, IAIN Takengon berencana membuka kelas jauh program Pascasarjana (S2) di Kabupaten Gayo Lues, sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku.
Program pascasarjana tersebut dirancang dengan masa studi sekitar 18 bulan. Sistem perkuliahan mengombinasikan pertemuan tatap muka terbatas dengan perkuliahan daring melalui Zoom meeting yang bersifat fleksibel dan disepakati bersama. Biaya pendidikan pun diupayakan tetap terjangkau.
Pendidikan berkualitas menjadi salah satu kunci utama dalam mengejar ketertinggalan daerah di wilayah tengah Aceh. Oleh karena itu, sangat diharapkan para Kepala KUA dan jajaran Kementerian Agama di wilayah tengah Aceh dapat memanfaatkan peluang pendidikan lanjutan melalui skema kelas jauh, baik secara online maupun offline. Dengan dukungan teknologi, hambatan waktu, biaya, dan jarak diyakini dapat diminimalkan, sehingga generasi muda dan aparatur daerah tidak tertinggal oleh perkembangan zaman.
Oleh: Ibrahim Aceh-Pemerhati Lingkungan


































