TEHERAN | insetgalusnews.com | Pasukan Garda Revolusi Iran menyatakan tidak ada kapal yang diperbolehkan melintas di Selat Hormus mulai Sabtu, 28 Februari 2026, hingga pemberitahuan lebih lanjut. Pernyataan tersebut disiarkan melalui radio VHF dan diterima sejumlah kapal di kawasan Teluk.
Suara yang mengatasnamakan Angkatan Laut Garda Revolusi Iran menegaskan seluruh aktivitas pelayaran dihentikan sementara. Namun hingga kini, pemerintah Iran belum mengeluarkan konfirmasi resmi secara terbuka terkait pengumuman tersebut.
Misi Angkatan Laut Uni Eropa, European Union Naval Force (Aspides), mengonfirmasi sejumlah kapal niaga di kawasan Teluk menerima pesan larangan tersebut.
Jalur Vital Energi Dunia
Selat Hormus merupakan jalur strategis pengiriman minyak mentah dunia yang menghubungkan negara-negara produsen utama seperti Arab Saudi, Iran, Irak, dan Uni Emirat Arab dengan pasar global.
Penutupan selat tersebut berpotensi memicu lonjakan harga minyak dan energi dunia, mengingat sebagian besar ekspor energi kawasan Teluk bergantung pada jalur ini.
Kematian Pemimpin Tertinggi Iran
Ketegangan meningkat setelah otoritas Iran mengumumkan wafatnya Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei. Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.
Laporan media internasional, termasuk Al Jazeera, menyebutkan serangan balasan Iran terhadap sejumlah target di wilayah Israel dan sekitarnya terus berlanjut pascakematian Khamenei.
Di wilayah Tepi Barat, termasuk Ramallah, sirene peringatan dilaporkan terdengar menyusul serangan rudal. Sementara itu, militer Israel memperingatkan akan meningkatkan respons apabila serangan terus berlanjut.
Situasi di Teheran
Laporan dari Teheran menyebutkan serangan udara dan sistem pertahanan udara masih terdengar hingga larut malam. Meski demikian, aktivitas masyarakat dilaporkan tetap berlangsung, dengan sejumlah warga berkumpul di pusat kota untuk menyampaikan duka atas wafatnya pemimpin mereka.
Pemerintah Iran menetapkan libur nasional selama tujuh hari, namun belum ada laporan resmi mengenai lumpuhnya infrastruktur utama secara menyeluruh.
Transisi Kepemimpinan
Sesuai konstitusi Iran, Dewan Ahli (Majelis Khobregan) akan menentukan pengganti pemimpin tertinggi. Sejumlah nama disebut-sebut sebagai kandidat, termasuk Mujtaba Khamenei dan beberapa ulama senior lainnya, namun belum ada pengumuman resmi.
Pengamat menilai stabilitas internal Iran dalam masa transisi ini akan menjadi faktor kunci dalam menentukan arah konflik ke depan.
Eskalasi Regional
Serangan Iran dilaporkan tidak hanya menyasar wilayah Israel, tetapi juga fasilitas militer Amerika Serikat di sejumlah negara Teluk. Langkah tersebut memicu kekhawatiran meluasnya konflik regional.
Sejumlah analis menyebut, potensi keterlibatan aktor lain seperti Rusia atau China dinilai kecil dalam bentuk intervensi langsung, meski dukungan teknologi dan intelijen tetap mungkin terjadi.
Hingga kini, belum ada tanda-tanda meredanya ketegangan. Komunitas internasional mendesak semua pihak menahan diri guna mencegah eskalasi yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Redaksi | insetgalusnews


































