Air India Jatuh dan Tewaskan 260 Orang, Laporan Awal Soroti Sakelar Bahan Bakar

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Sabtu, 12 Juli 2025 - 14:44 WIB

501,979 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rongsokan pesawat Boing 787 Dreamliner yang menewaskan 260 orang | photo | cut | reuters

Rongsokan pesawat Boing 787 Dreamliner yang menewaskan 260 orang | photo | cut | reuters

NEW DELHI | insetgalusnews.com | Laporan awal dari Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat Udara India (AAIB) mengungkap kebingungan di kokpit sesaat sebelum pesawat Air India Boeing 787 Dreamliner jatuh dan menewaskan 260 orang pada 12 Juni 2025 lalu.

Pesawat dengan nomor penerbangan AI117 itu lepas landas dari Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel, Ahmedabad, menuju London. Namun, beberapa saat setelah tinggal landas, pesawat kehilangan daya dorong dan mulai menurun. Rekaman CCTV bandara menunjukkan pesawat sempat mencapai ketinggian 650 kaki sebelum menghantam sebuah bangunan dan meledak dalam bola api.

Dalam laporan yang dirilis Sabtu (12/7) dini hari, AAIB menyebutkan bahwa dua sakelar pemutus bahan bakar mesin berpindah hampir bersamaan dari posisi “run” ke “cutoff”, menyebabkan mesin kekurangan bahan bakar. Kondisi itu membuat pesawat kehilangan tenaga secara mendadak saat baru mengudara.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rekaman suara kokpit mengungkap perbincangan antara dua pilot yang menunjukkan kebingungan mengenai siapa yang memutus pasokan bahan bakar. “Kenapa kamu memutus bahan bakar?” tanya salah satu pilot. “Saya tidak melakukannya,” jawab yang lain. Identitas masing-masing pembicara tidak dijelaskan dalam laporan.

Komandan penerbangan diketahui bernama Kapten Sumeet Sabharwal (56), seorang instruktur Air India dengan lebih dari 15.000 jam terbang. Kopilotnya, Clive Kunder (32), memiliki 3.403 jam pengalaman terbang.

Hingga kini, AAIB belum bisa memastikan penyebab teknis perpindahan sakelar ke posisi cutoff. Para ahli penerbangan menilai perpindahan sakelar secara tidak sengaja sangat kecil kemungkinannya. “Jika benar dilakukan oleh pilot, maka perlu dipertanyakan alasannya,” ujar Anthony Brickhouse, pakar keselamatan penerbangan asal AS.

Pakar lain, John Nance, mengatakan jeda satu detik antar-sakelar mengindikasikan kemungkinan perpindahan manual, yang dinilainya sangat tidak lazim dilakukan saat pesawat dalam fase pendakian. Biasanya, sakelar cutoff hanya digunakan saat mesin dimatikan di darat atau dalam kondisi darurat seperti kebakaran.

Meski begitu, saat ditemukan, kedua sakelar berada di posisi “run”, dan terdapat tanda-tanda bahwa mesin sempat menyala kembali sebelum kecelakaan. Pesawat juga dilaporkan sempat menabrak beberapa pohon dan cerobong asap sebelum akhirnya menghantam bangunan.

AAIB menyatakan bahwa semua arahan kelayakan udara dan buletin peringatan telah dipenuhi oleh pesawat dan mesin, yang menggunakan mesin buatan GE Aerospace.

Kecelakaan tersebut menewaskan 260 orang, termasuk 19 warga sipil di darat. Hanya satu penumpang yang selamat dari total 243 orang yang berada di dalam pesawat. Tragedi ini disebut sebagai kecelakaan penerbangan paling mematikan di dunia dalam satu dekade terakhir.

Pihak keluarga kopilot Clive Kunder enggan memberikan komentar kepada media saat menghadiri acara doa bersama di Mumbai, Sabtu (12/7).

Air India dalam pernyataannya menyebutkan pihaknya bekerja sama penuh dengan otoritas India dalam penyelidikan, namun menolak memberikan pernyataan lebih lanjut. Sementara itu, Boeing menyatakan terus mendukung proses penyelidikan. GE Aerospace belum memberikan tanggapan resmi.

Lembaga keselamatan penerbangan Amerika Serikat, NTSB, menyampaikan apresiasi atas kerja sama Pemerintah India dan mencatat bahwa tidak ada rekomendasi khusus yang ditujukan kepada operator Boeing 787 atau mesin GE dalam laporan awal tersebut. FAA menyatakan akan menindaklanjuti setiap risiko keselamatan yang ditemukan selama proses penyelidikan.

Di sisi lain, Air India juga tengah menghadapi sorotan terkait dugaan pelanggaran pada anak usahanya, Air India Express. Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) menyatakan tengah menyelidiki maskapai tersebut setelah laporan Reuters menyebutkan keterlambatan penggantian suku cadang mesin Airbus A320 dan pemalsuan catatan kepatuhan.

Pemerintah India menegaskan komitmennya untuk menjadikan negara tersebut sebagai pusat penerbangan global. New Delhi menargetkan India sebagai hub penerbangan internasional yang mampu bersaing dengan kota-kota seperti Dubai.

Reuters | insetgalusnews

Berita Terkait

Shakira Kembali Jadi Pelantun Lagu Resmi Piala Dunia 2026
Trump Klaim Pilot Jet Tempur AS Selamat Usai Jatuh di Iran, Teheran Sebut Tembak Jatuh Sejumlah Pesawat
Puluhan Ribu Warga Iran Salat Idul Fitri di Mashhad di Tengah Ketegangan Militer
Iran Umumkan Larangan Pelayaran di Selat Hormus, Ketegangan Kawasan Timur Tengah Meningkat
Gelombang Panas Ekstrem Landa Cina, Suhu Capai Lebih dari 70 Derajat Celsius
Baku Tembak Thailand-Kamboja di Segitiga Zamrud, Ribuan Warga Mengungsi
Baku Tembak Thailand-Kamboja, Warga Surin Mengungsi di Bangker
Tiga Situs Khmer Merah Ditetapkan sebagai Warisan Dunia, Kamboja Rayakan Transformasi dari Duka ke Damai

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:55 WIB

Petani Resah, Harimau Dilaporkan Berkeliaran di Pegunungan Blang Pegayon

Senin, 25 Mei 2026 - 12:13 WIB

Bantuan Bibit Kopi Pemerintah Picu Kebingungan Petani soal Aturan Hutan Lindung

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:01 WIB

Harimau Sumatera Serang Warga di Gayo Lues

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:11 WIB

Kunjungi Gayo Lues, Kapolda Aceh Minta Polisi Perkuat Pelayanan ke Masyarakat

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:40 WIB

Kapolres Gayo Lues Ganjar Personel Berprestasi, IDI Beri Apresiasi atas Pengungkapan Kasus Dokter Muda

Senin, 4 Mei 2026 - 19:40 WIB

Akses Perkebunan Rusak, Warga Terpaksa Panggul Bibit Kopi Kelokasi Tanam

Kamis, 30 April 2026 - 19:29 WIB

Atasi Gangguan Pascabencana, Diskominfo Galus Wacanakan Jaringan Internet Mandiri

Kamis, 23 April 2026 - 21:22 WIB

Jakaria S Hut; Tanaman Kopi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Warga

Berita Terbaru

INTERNASIONAL

Shakira Kembali Jadi Pelantun Lagu Resmi Piala Dunia 2026

Kamis, 11 Jun 2026 - 22:01 WIB

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan