GAYO LUES | insetgalusnews.com | Karakteristik lahan di Kabupaten Gayo Lues yang didominasi tanah lempung dinilai menjadi tantangan tersendiri bagi pengembangan komoditas kopi sebagai program unggulan daerah.
Sejumlah kalangan menilai kondisi tersebut memerlukan perhatian lebih dari pemerintah, khususnya melalui program pendampingan dan penyuluhan teknis kepada petani. Tanah lempung yang memiliki daya serap dan drainase berbeda dibanding jenis tanah lainnya berpotensi memengaruhi pertumbuhan tanaman kopi apabila tidak dikelola dengan tepat.
Pengamat pertanian daerah menyebutkan, pemahaman mengenai teknik budidaya kopi pada lahan berstruktur lempung masih perlu ditingkatkan di tingkat petani.
“Karakter tanah lempung membutuhkan perlakuan khusus, baik dalam pengelolaan drainase, penggunaan bahan organik, maupun pemupukan. Karena itu diperlukan pendampingan yang berkelanjutan agar petani dapat menerapkan teknik budidaya yang sesuai,” ujarnya.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah petani yang menggunakan metode budidaya konvensional tanpa menyesuaikan dengan kondisi lahan. Akibatnya, beberapa kebun kopi berisiko mengalami masalah seperti pembusukan akar akibat genangan air serta penurunan produktivitas tanaman.
Selain itu, distribusi informasi dan transfer teknologi pertanian dinilai perlu diperkuat melalui peran lapangan. Jangkauan wilayah yang luas dan kondisi geografis Gayo Lues menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan program penyuluhan kepada kelompok tani hingga ke pelosok.
Sejumlah petani juga berharap Dinas Pertanian Kabupaten Gayo Lues dapat meningkatkan pelatihan teknis terkait pengelolaan lahan kopi, termasuk penerapan sistem drainase, penggunaan pupuk organik, serta teknik pemeliharaan tanaman yang sesuai dengan karakteristik tanah setempat.
Masyarakat berharap evaluasi terhadap program pendampingan pertanian terus dilakukan sehingga pengembangan komoditas kopi sebagai salah satu andalan daerah dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan petani.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Dinas Pertanian Kabupaten Gayo Lues terkait masukan dan harapan yang disampaikan sejumlah pihak tersebut.
Redaksi | insetgalusnews
































