GAYO LUES | insetgalusnews.com | Sebanyak 80 persen lahan pertanian dan perkebunan di Kabupaten Gayo Lues dilaporkan mengalami kerusakan parah pasca bencana hidrometeorologi yang meluluhlantakkan daerah tersebut.
Data sementara yang berhasil dihimpun insetgalusnews.com menunjukkan kerusakan tersebar di hampir seluruh kecamatan, dengan tingkat dampak berbeda-beda.
Kondisi terburuk dilaporkan terjadi di Kecamatan Dabun Gelang, Tripe Jaya, Putri Betung, Rikit Gaib, Pantan Cuaca, Pining dan Blangkejeren. Di wilayah-wilayah ini, banjir bandang serta longsor menyebabkan ratusan hektare sawah, kebun kopi, jagung, holtikultura, dan kebun warga tertimbun lumpur, tergerus arus, hingga tidak dapat difungsikan kembali.
Sejumlah petani mengaku kehilangan seluruh sumber mata pencaharian mereka. Selain tanaman yang rusak total, akses menuju kebun juga terputus akibat badan jalan yang amblas dan ratusan titik longsor sepanjang jalur pertanian.
Hingga hari kedelapan pasca bencana, pemerintah daerah masih melakukan pendataan rinci serta menurunkan tim untuk menilai potensi kerugian dan langkah pemulihan sektor pertanian. Sementara itu, warga berharap adanya bantuan darurat dan pendampingan untuk memulihkan lahan mereka yang terdampak berat.
Redaksi | insetgalusnew


































