Demokrasi Rokok: Kepala Kampung Tersenyum Paksa Di Balik Kopiah

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Minggu, 20 Juli 2025 - 22:10 WIB

50717 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar hanya Ilustrasi pemanis untuk memperkaya isi Satire | doc | inset |

Gambar hanya Ilustrasi pemanis untuk memperkaya isi Satire | doc | inset |

“Kepala kampung, tersenyum paksa di balik kopiah, disalami dengan tangan yang penuh harap, tapi juga digertak oleh kenangan logistik kampanye. Ia ingin berseru”Hei, relawan! Aku sudah biayai sarapan kalian!
Kenapa masih minta bagian dari damai yang belum sempat lahir?” Tapi ia diam, takut dibantai di warung kopi, dijadikan bahan dalam grup WhatsApp RT. Di negeri kecil itu, demokrasi tak lagi soal visi, tapi siapa paling sering mentraktir nasi”

TAJUK RENCANA | Insetgalusnews.com | Konon di sebuah negeri kecil yang belum masuk peta Google, berlangsunglah pemilihan kepala kampung. Tiga putra terbaik desa maju sebagai calon, lengkap dengan senyum manis, janji syurga, dan stempel “Asli Anak Kampung”.

Namun, di balik baliho yang tampak ramah dan jargon yang menggugah hati, berkeliaranlah pasukan khusus bernama “Tim Sukses”-makhluk berjiwa relawan tapi bernafsu investor. Mereka tidak bergerak tanpa logistik. Uang rokok? Ada. Transportasi? Ada. KTP warga? Ditebus, bukan diminta. Bahkan dalam hitungan yang lebih canggih, satu KTP setara dengan dua puluh ribu dan satu senyum tipis.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dan ketika suara rakyat sudah ditebus seperti diskon belanja akhir tahun, pesta demokrasi pun selesai. Salah satu calon menang. Meriah? Tentu saja. Tapi kemenangan itu ternyata bukan akhir cerita-melainkan awal dari parade tuntutan.

Para relawan yang dulunya berseragam kaos oblong bertuliskan “Perubahan!” kini bermimpi jadi pejabat kampung. Ada yang mendadak ingin jadi Tuha Peut, walau belum tahu bedanya APBK dan APK. Ada pula yang ingin duduk sebagai Sekdes karena merasa tangannya pegal mengetik ribuan nama di Excel selama kampanye. Ada yang ingin jadi kontraktor padahal sehari harinya hanya memegang cangkul dan pacul.

Lebih lucu lagi, beberapa mantan koordinator tim kini berkeliaran di kantor desa, memegang sepucuk surat, memerintah kaur, kasi, hingga imam seolah-olah mereka adalah raja tak bermahkota. Kepala kampung pun dipaksa untuk tersenyum, ditekan dari segala sisi, dipaksa ingat jasa, tapi dilarang mengeluh.

Dalam hatinya, kepala kampung itu ingin berteriak, “Wahai relawan! Kalian sudah saya biayai dari mulai sarapan sampai suara rakyat. Kenapa masih minta kekuasaan dan jabatan?” Tapi ia tahu, satu keluhan saja bisa membuatnya dikeroyok secara moral di warung kopi dan WhatsApp grup RT.

Demokrasi di kampung itu memang istimewa. Bukan tentang ide atau gagasan, tapi tentang siapa paling sering dibayari makan. Bukan siapa layak memimpin, tapi siapa paling banyak menyumbang pulsa dan bensin. Di negeri itu, tim sukses tidak sekadar membantu. Mereka merasa berhak mengatur. Dan kepala kampung? Ia cuma pengingat bahwa kekuasaan bisa dibeli, tapi kedamaian tidak termasuk dalam paketnya.


Tajuk Rencana | insetgalusnews | ini adalah karya satire yang dibuat untuk menghibur sekaligus mengajak pembaca merenung. Tokoh, peristiwa, dan tempat dalam cerita hanyalah rekaan. Jika terasa mirip dengan kejadian nyata, anggap saja kebetulan yang lucu. Insetgalusnews.com tidak bermaksud menyinggung siapa pun, hanya ingin menyajikan dengan cara yang sedikit lebih jenaka. Jika Anda merasa tersinggung, mungkin Anda terlalu dekat dengan kenyataan.

Berita Terkait

ANEKDOT Tiga Sekawan Dan Mukjizat Tanaman Kopi
Dia Tu Lagi Lucu Lucunya…. Jaman Dulu; Kerja-Baru Prestasi-Jaman Digital; Penghargaan Dulu-Kerja Nanti
Negeri dalam Mode “Siap, Pak!” Kalau Semua Bilang “Siap”, Siapa yang Bilang Salah?
Kopi Sudah Mau Go International, GERETEK Masih Cari Sinyal
Jembatan Darurat Pintu Rime-Pining. Menutup Kekosongan Kebijakan Pasca Bencana. Siapa Yang Berperan?
Kriminal Ramai, Akhlak Sepi
Huntara dan Tanggung Jawab Pelaksana yang Tak Boleh Samar
Ganja Dibasmi, Kemiskinan Dibiarkan? Setelah Dibakar, Lalu Mau Diapain?  

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 10:29 WIB

Back Pick Astatine AceWin Casino Europa Środkowa Get Started Betista Casino

Selasa, 15 September 2026 - 10:29 WIB

Przetrwać Sprzedawca Otrzymać _ w całej Polsce Join Now Snatch Online Casino

Selasa, 15 September 2026 - 10:29 WIB

Milyen Üdvözöl Ösztönzőt Gyakorol PoneClub Kaszinó Kijelenti Magát – Hungary Play Instantly Snatch Kazino

Selasa, 15 September 2026 - 10:29 WIB

Créneau Horaire Plan Secret Survie Larivera Online Casino _ région européenne Join the Action

Selasa, 15 September 2026 - 10:29 WIB

Define Requital Choice ( Visa , Mastercard , Malus Pumila Bear Merely ) · Australian continent Grab Your Bonus https://www.rocketspinpokies.com

Selasa, 15 September 2026 - 10:29 WIB

How To Find Legitimate Digital Platforms Maria Bingo – Nord-Europa Start Winning

Selasa, 15 September 2026 - 10:29 WIB

The Master And Amateurish Sportsman Auspices Roleplay ( PASPA ) · US Spin to Win https://funcasino-bonus.org

Selasa, 15 September 2026 - 10:29 WIB

Payment Method And Currentness Plump For Fastpay Casino Bonuses • Australia Start Playing

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan