Tender Batal, Tapi Waktu Tak Bisa Tayang Ulang

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Senin, 28 Juli 2025 - 07:58 WIB

50499 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

karikatur tender batal | doc | inset |

karikatur tender batal | doc | inset |

Di negeri yang rajin merancang, Tapi malas mengeksekusi langkah, Waktu jadi korban paling awal, Tertinggal diam dalam berkas yang tak terbuka. Gayo Lues, tanah yang berharap, Dihujani anggaran, dijanjikan harapan, Namun tiba-tiba proyek batal, Tanpa hujan, tanpa badai, Hanya sunyi… dari laci birokrasi yang terkunci rapat. Tender bukan kerja lima menit, Ia butuh hari-hari panjang dengan syarat, sanggah, klarifikasi, dan drama administratif yang tak kalah klasik. Tapi semuanya lenyap dalam satu klik “Tender Batal”.

Padahal ini bukan soal cat pagar, atau beli spidol untuk rapat. Ini jalan rakyat, jalan sekolah anak-anak, dan sawah yang butuh aliran air. Waktu tak bisa dibatalkan,tak bisa ditender, tak punya tombol “tayang ulang”. Ia hanya berjalan ke depan, meninggalkan kita dengan file PowerPoint dan mimpi-mimpi infrastruktur.

TAJUK RENCANA | insetgalusnews.com | Di negeri yang masih rajin membangun rencana, tapi sering lupa membangun realisasi, waktu ternyata jadi korban paling pertama.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di Gayo Lues, sejumlah proyek fisik bernilai miliaran rupiah tiba-tiba batal tender. Ya, tender batal, bukan karena hujan badai, tapi karena alasan yang-hingga kini-masih disimpan rapi, mungkin di laci birokrasi yang terkunci.

Padahal kita tahu, proses pengadaan barang dan jasa bukan pekerjaan lima menit. Mulai dari penayangan paket hingga penandatanganan kontrak, rata-rata butuh waktu 20 sampai 30 hari. Dan itu belum termasuk waktu untuk penjelasan, klarifikasi, sanggah menyanggah, bahkan drama administratif lainnya.

Jadi ketika tender dibatalkan begitu saja, waktu yang sudah habis tak bisa dicicil kembali. Ia hilang begitu saja, dan yang lebih menyedihkan, tidak ada lembaga yang mengurus “ganti rugi waktu”.

Penelusuran kami di laman resmi LPSE Gayo Lues menunjukkan beberapa tender dengan status “Tender Batal”. Bukan satu atau dua, tapi cukup untuk membuat kita bertanya? apakah ini kelalaian, atau memang ada kebijakan tak terlihat yang sedang bermain?

Anehnya, Unit Layanan Pengadaan (ULP) diam. Tidak ada klarifikasi, tidak ada siaran pers, bahkan tidak ada copas pernyataan standar. Mungkin karena mereka percaya, diam adalah bagian dari strategi komunikasi paling efektif dalam situasi krisis.

Padahal publik layak tahu. Karena proyek yang batal ini bukan soal pengecatan pagar kantor atau pengadaan spidol. Ini proyek-proyek yang menyangkut kebutuhan dasar. Jalan, sekolah, pengairan sawah, pelayanan kesehatan. Ketika proyek itu ditunda atau gagal terlaksana, rakyat yang merasakan langsung, bukan para pengambil keputusan yang duduk nyaman dalam ruang ber-AC.

Dan jangan lupakan satu hal paling mahal dari semua ini, waktu. Ia tak bisa dibatalkan, tidak bisa ditayangkan ulang seperti paket di LPSE. Ia terus berjalan, meninggalkan kita dengan daftar panjang proyek yang katanya prioritas, tapi nyatanya tidak lebih dari sekadar rencana PowerPoint.

Kalau setiap tahun ada proyek yang dibatalkan tanpa penjelasan, dan setiap kali publik hanya diminta bersabar, maka yang sedang dibangun bukan infrastruktur, tapi budaya abai yang sistemik.


TAJUK RENCANA | insetgalusnews | ini bertujuan membuka ruang diskusi publik, bukan menyerang pribadi atau lembaga. Kami mengundang pihak ULP Gayo Lues untuk memberikan penjelasan.

Berita Terkait

Jembatan Darurat Pintu Rime-Pining. Menutup Kekosongan Kebijakan Pasca Bencana. Siapa Yang Berperan?
Kriminal Ramai, Akhlak Sepi
Huntara dan Tanggung Jawab Pelaksana yang Tak Boleh Samar
Ganja Dibasmi, Kemiskinan Dibiarkan? Setelah Dibakar, Lalu Mau Diapain?  
Bencana Hidrometeorologi Aceh-Pengingat Bagi Kamu Aku dan Dia
Bencana Hidro! Alam Berdzikir dan Amanah Diuji
Cermin Retak Perbaikan Jalan Blangkejeren-Kutacane, Negara Diuji di Pegunungan Gayo Lues
Sodara Dari Abdya, Ia Ada Bersama Kita

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:51 WIB

Jalan Blangkejeren-Kutacane Kembali Longsor, Pengguna Jalan Diminta Waspada

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:42 WIB

42 Santri Al Bunayya Ikuti Haflah Takrim, Karmilawati Tuntaskan Hafalan 30 Juz

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:24 WIB

Peringati Tahun Baru Islam, Santri Bunayya Tampilkan Tari Saman Cilik dan Raih Penghargaan Prestasi

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:55 WIB

Petani Resah, Harimau Dilaporkan Berkeliaran di Pegunungan Blang Pegayon

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:29 WIB

Ridwansyah SP, Budaya “Panglo” Kearifan Lokal Menekan Biaya Tanam Kopi

Senin, 25 Mei 2026 - 12:13 WIB

Bantuan Bibit Kopi Pemerintah Picu Kebingungan Petani soal Aturan Hutan Lindung

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:01 WIB

Harimau Sumatera Serang Warga di Gayo Lues

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:11 WIB

Kunjungi Gayo Lues, Kapolda Aceh Minta Polisi Perkuat Pelayanan ke Masyarakat

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan