Kopi Hitam, Lampu Redup, dan Masalah yang Tak Pernah Reda

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Senin, 28 Juli 2025 - 20:35 WIB

501,190 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Di Kalapinang, ada kafe sunyi, siang ngopi, malam… agak misteri. Warga dua kampung mulai curiga, “Ini tempat ngopi atau drama tiga babak pula?”

Sudah ditegur, tetap buka, kayak warung indomie pas jam dua. Akhirnya datang tim gabungan, bukan buat pesan latte, tapi pengamanan.

Enam orang langsung dibawa, katanya sih cuma ngobrol biasa. Tapi bukti berkata lebih keras, daripada alasan yang terlalu cerdas.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jadi pelajaran bagi yang lain, jangan campur kopi dengan urusan yang nyleneh lain. Karena jika aturan terus dilanggar, ngopi pun bisa berakhir di kantor penyidik yang sabar”

TAJUK RENCANA | insetgalusnews.com | Kafe biasanya tempat mencari ketenangan, kopi hangat, dan mungkin sedikit WiFi gratis. Tapi di Kalapinang, Blangkejeren, ada kafe yang “paket lengkap” ada kopi, ada musik, ada minuman keras, dan katanya-ada bonus layanan “teman ngobrol” malam hari. Entah ini kafe, karaoke, atau seminar motivasi dalam versi gelap.

Warga dua kampung-Leme dan Kendawi-akhirnya bersuara. Setelah cukup lama menahan kesabaran, mereka kirim surat resmi. Karena kalau cuma ngomel di warung kopi, mungkin tak cukup meyakinkan. Dan benar saja, hari Minggu malam, tim gabungan-Polisi, Satpol PP, TNI, dan warga-turun tangan.

Penggerebekan dilakukan sekitar pukul 20.30 WIB. Bukan jam sahur, bukan juga jam salat tarawih. Tapi pas sekali untuk menangkap keenam penghuni kafe yang sedang “tidak sedang ngopi”.

Kapolres melalui Kasat Reskrim bilang, ini bukan kali pertama. Pelakunya pernah ditahan tapi berbuat lagi, seolah pelaku tak pernah jera. Ia kelola cafenya seperti  punya sistem “tutup-buka” kayak warung mie rebus. Ditegur, tutup sebentar. Sepi, buka lagi. Sebuah strategi bisnis yang sayangnya salah pasar dan salah hukum.

Kepala Satpol PP pun turut bersuara. Katanya ini soal penegakan Perda dan menjaga ketertiban. Betul. Tapi masyarakat tentu berharap, jangan hanya tegas saat ada sorotan. Tapi bertindak tegas-setegas tegasnya agar ada efek jera kepada pelaku. Kalau perlu kenakan sanksi adat.

Yang lebih penting dari penggerebekan adalah “pencegahan”. Karena kalau kafe semacam ini bisa buka berkali-kali, pertanyaannya bukan hanya pada pelaku, tapi juga pada sistem pengawasan. Apakah terlalu sibuk? Atau jangan-jangan petugasnya sedang antre cappuccino?

Kita boleh tertawa. Tapi jangan lupa, yang dipertaruhkan adalah moral publik, ketertiban masyarakat, dan kepercayaan terhadap penegakan hukum. Semoga ke depan, kita tidak perlu lagi mendengar kabar kafe serupa-yang menyajikan lebih dari sekadar kopi dan bising speaker karaoke.


TAJUK RENCANA | insetgalusnews | ini ditulis dalam gaya jenaka sebagai bentuk kritik sosial yang membangun. Setiap sindiran ditujukan untuk menggugah kesadaran publik dan mendorong perbaikan tata kelola masyarakat. Tidak ada maksud untuk mencemarkan nama baik pihak mana pun. Redaksi berkomitmen pada prinsip keberimbangan, kebenaran faktual, dan kode etik jurnalistik sebagaimana diatur dalam UU Pers.

Redaksi | Insetgalusnews | Kadang masalah besar dimulai dari secangkir kopi yang disajikan terlalu bebas

Berita Terkait

ANEKDOT Tiga Sekawan Dan Mukjizat Tanaman Kopi
Dia Tu Lagi Lucu Lucunya…. Jaman Dulu; Kerja-Baru Prestasi-Jaman Digital; Penghargaan Dulu-Kerja Nanti
Negeri dalam Mode “Siap, Pak!” Kalau Semua Bilang “Siap”, Siapa yang Bilang Salah?
Kopi Sudah Mau Go International, GERETEK Masih Cari Sinyal
Jembatan Darurat Pintu Rime-Pining. Menutup Kekosongan Kebijakan Pasca Bencana. Siapa Yang Berperan?
Kriminal Ramai, Akhlak Sepi
Huntara dan Tanggung Jawab Pelaksana yang Tak Boleh Samar
Ganja Dibasmi, Kemiskinan Dibiarkan? Setelah Dibakar, Lalu Mau Diapain?  

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 12:37 WIB

Lagi, Polisi Amankan Dua Pria dan Sita 1,65 Gram Sabu di Kampung Jawa

Senin, 14 September 2026 - 14:30 WIB

Sungai Tripe Meluap, Dua Akses Penghubung Kecamatan di Gayo Lues Tak Bisa Dilintasi

Minggu, 13 September 2026 - 16:38 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria, Sabu 1,28 Gram Disita

Rabu, 9 September 2026 - 11:10 WIB

Delapan Titik Longsor Puteri Betung Lumpuhkan Jalan Kutacane-Blangkejeren

Rabu, 9 September 2026 - 08:30 WIB

Kebakaran Dini Hari di Kutepanyang, 17 Rusak Berat, 3 Rusak Ringan

Jumat, 4 September 2026 - 20:12 WIB

Komisi I Apresiasi Polres Ungkap Peredaran Sabu. Ia Dorong Polisi Kejar Pemasok

Jumat, 4 September 2026 - 17:54 WIB

Polisi Tangkap Pria di Gele, Sabu 0,64 Gram Jadi Barang Bukti

Rabu, 2 September 2026 - 10:50 WIB

Aceh Masuk Kategori Siaga BMKG, Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengintai

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan