Semangat Tan Malaka Di Hari Kemerdekaan Gayo Lues “Kaya Alam Tapi Tak Berdaya”

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Senin, 18 Agustus 2025 - 14:35 WIB

501,526 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Merdeka di sini ibarat pesta, lampu gemerlap, isi dapur entah di mana. Rakyat menunggu dari bangku penonton, tanah sendiri jadi panggung tontonan.

Di Pantan Cuaca emas berkilau, tapi rakyat hanya dapat debu yang singgah di galau. Kata “investasi” terdengar megah, namun ladang warga makin pasrah.

Bendera berkibar setinggi pinus, perut rakyat tetap meringkus. Pabrik berdiri, asapnya tebal, isi dompet tetaplah tinggal.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tan Malaka dulu berteriak lantang, Merdeka seratus persen bukan separuh jalan! Tapi di Gayo Lues terasa getir, kemerdekaan baru sebatas spanduk dan karnaval kecil

TAJUK RENCANA | insetgalusnews.com | Peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia menjadi momentum refleksi bagi seluruh daerah, termasuk Kabupaten Gayo Lues.

Pertanyaan yang patut diajukan bagaimana memaknai kemerdekaan di tengah realitas kemiskinan yang masih membelenggu masyarakat, sementara potensi alam daerah ini sangat menjanjikan?

Fakta di lapangan menunjukkan, pengelolaan getah pinus melalui pabrik yang beroperasi di Gayo Lues belum memberi manfaat signifikan bagi pendapatan daerah. Demikian pula rencana eksplorasi tambang emas di Pantan Cuaca, yang hingga kini lebih banyak menempatkan daerah sebagai penonton.

Situasi serupa juga dialami warga Kecamatan Putri Betung. Masuknya wilayah itu dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) membawa konsekuensi hukum bagi aktivitas pertanian warga.

Aturan konservasi membuat akses mereka terbatas, sementara alternatif solusi yang berkeadilan belum sepenuhnya tersedia. Kondisi ini menimbulkan dilema bagaimana menjaga kelestarian hutan, sekaligus menjamin kelangsungan hidup masyarakat setempat.

Dalam konteks inilah relevansi pemikiran Tan Malaka layak diingat. Tokoh pergerakan nasional itu menekankan bahwa kemerdekaan sejati bukan hanya terbebas dari penjajahan politik, tetapi juga berarti merdeka secara ekonomi dan sosial. Prinsip “merdeka 100%” yang digaungkannya mengandung pesan rakyat harus benar-benar merasakan manfaat dari sumber daya yang mereka miliki.

Oleh sebab itu, penting bagi pemerintah daerah dan pusat untuk mencari jalan tengah yang adil. Regulasi pengelolaan sumber daya alam sebaiknya memberi ruang bagi masyarakat agar tidak hanya menjadi penonton, sekaligus tetap menjamin kelestarian lingkungan.

Dengan demikian, kemerdekaan tidak berhenti pada simbol seremonial, melainkan hadir dalam wujud kesejahteraan yang dirasakan oleh rakyat.

Memaknai kemerdekaan di Gayo Lues berarti memastikan hak dasar masyarakat terpenuhi, memberi kesempatan bagi mereka untuk berkembang, dan menempatkan mereka sebagai subjek pembangunan. Itulah semangat yang sejalan dengan cita-cita Tan Malaka kemerdekaan yang nyata, bukan sekadar kata-kata.


Catatan Redaksi | Tulisan ini hanya tajuk, bukan kitab suci. Isinya kritik, bukan caci-maki. Jika ada yang tersindir, percayalah, itu hanya efek samping dari kaca yang sedang diarahkan.

Redaksi insetgalusnews.com tetap berpegang pada Kode Etik Jurnalistik, jadi jangan buru-buru marah apalagi baper.

Karena tajuk ini lahir dari semangat bicara jujur demi rakyat, bukan demi pejabat.

Berita Terkait

ANEKDOT Tiga Sekawan Dan Mukjizat Tanaman Kopi
Dia Tu Lagi Lucu Lucunya…. Jaman Dulu; Kerja-Baru Prestasi-Jaman Digital; Penghargaan Dulu-Kerja Nanti
Negeri dalam Mode “Siap, Pak!” Kalau Semua Bilang “Siap”, Siapa yang Bilang Salah?
Kopi Sudah Mau Go International, GERETEK Masih Cari Sinyal
Jembatan Darurat Pintu Rime-Pining. Menutup Kekosongan Kebijakan Pasca Bencana. Siapa Yang Berperan?
Kriminal Ramai, Akhlak Sepi
Huntara dan Tanggung Jawab Pelaksana yang Tak Boleh Samar
Ganja Dibasmi, Kemiskinan Dibiarkan? Setelah Dibakar, Lalu Mau Diapain?  

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 12:37 WIB

Lagi, Polisi Amankan Dua Pria dan Sita 1,65 Gram Sabu di Kampung Jawa

Senin, 14 September 2026 - 14:30 WIB

Sungai Tripe Meluap, Dua Akses Penghubung Kecamatan di Gayo Lues Tak Bisa Dilintasi

Minggu, 13 September 2026 - 16:38 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria, Sabu 1,28 Gram Disita

Rabu, 9 September 2026 - 11:10 WIB

Delapan Titik Longsor Puteri Betung Lumpuhkan Jalan Kutacane-Blangkejeren

Rabu, 9 September 2026 - 08:30 WIB

Kebakaran Dini Hari di Kutepanyang, 17 Rusak Berat, 3 Rusak Ringan

Jumat, 4 September 2026 - 20:12 WIB

Komisi I Apresiasi Polres Ungkap Peredaran Sabu. Ia Dorong Polisi Kejar Pemasok

Jumat, 4 September 2026 - 17:54 WIB

Polisi Tangkap Pria di Gele, Sabu 0,64 Gram Jadi Barang Bukti

Rabu, 2 September 2026 - 10:50 WIB

Aceh Masuk Kategori Siaga BMKG, Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengintai

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan