Sekolah Swasta Minum Kopi Pahit, Sekolah Negeri Kenyang tapi Masih Mengantuk

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 13:09 WIB

50720 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dana turun seperti hujan, basah di meja birokrasi. Sekolah negeri sibuk aturan, muridnya menunggu prestasi.

Singkong rebus jadi energi, anak swasta berlari cepat. Dana miliaran bagai mimpi, tapi negeri masih terlelap.

TAJUK RENCANA | insetgalusnews.com | Prestasi SMPT Muhammadiyah Gayo Lues kembali “bingar” hingga tingkat nasional. Hebatnya, sekolah swasta ini mampu melesat dengan segala keterbatasan, ibarat pelari yang hanya sarapan singkong rebus tetapi bisa finis lebih dulu daripada pelari lain yang kenyang nasi rendang.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironinya, sekolah negeri yang setiap tahun mendapat aliran dana dan limpahan kebijakan justru masih kerap berjalan lambat. Bahkan, ada yang masih sibuk berdebat soal seragam ketimbang fokus pada prestasi. Publik pun bertanya-tanya apakah dana itu benar-benar dipakai untuk meningkatkan mutu pendidikan, atau sekadar menjadi “obat sakit kepala” yang tak kunjung menyehatkan?

Kepala Dinas Pendidikan Gayo Lues memang berjanji, sekolah negeri akan terus didorong untuk meningkatkan kualitas siswa, baik di bidang sains maupun ekstrakurikuler. Ia menambahkan, jika memungkinkan, dana BOS dapat diarahkan ke sana.

Namun, jika belum memungkinkan, lalu dipakai untuk apa? Jangan-jangan hanya untuk mengecat pagar yang warnanya cepat pudar.

Satir ini bukan untuk mempermalukan, melainkan untuk mengingatkan. Faktanya, sekolah swasta dengan segala keterbatasan sudah membuktikan diri. Sementara sekolah negeri dengan fasilitas dan dukungan dana besar justru kerap tertinggal. Jangan sampai jargon “sekolah negeri unggulan” hanya tinggal slogan di spanduk yang sobek diterpa angin.

Insetgalusnews percaya, sudah saatnya sekolah negeri bangkit. Jika sekolah swasta yang “minum kopi pahit” bisa berprestasi, maka sekolah negeri yang kenyang dana dan kebijakan seharusnya tak terus-terusan “mengantuk.”


Redaksi | insetgalusnews | Tulisan ini bernuansa satir ringan. Dimaksudkan sebagai kritik konstruktif dan humor edukatif, bukan untuk menjatuhkan pihak manapun. Jika ada yang merasa tersindir, berarti pesan sampai.

Berita Terkait

Jembatan Darurat Pintu Rime-Pining. Menutup Kekosongan Kebijakan Pasca Bencana. Siapa Yang Berperan?
Kriminal Ramai, Akhlak Sepi
Huntara dan Tanggung Jawab Pelaksana yang Tak Boleh Samar
Ganja Dibasmi, Kemiskinan Dibiarkan? Setelah Dibakar, Lalu Mau Diapain?  
Bencana Hidrometeorologi Aceh-Pengingat Bagi Kamu Aku dan Dia
Bencana Hidro! Alam Berdzikir dan Amanah Diuji
Cermin Retak Perbaikan Jalan Blangkejeren-Kutacane, Negara Diuji di Pegunungan Gayo Lues
Sodara Dari Abdya, Ia Ada Bersama Kita

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:51 WIB

Jalan Blangkejeren-Kutacane Kembali Longsor, Pengguna Jalan Diminta Waspada

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:42 WIB

42 Santri Al Bunayya Ikuti Haflah Takrim, Karmilawati Tuntaskan Hafalan 30 Juz

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:24 WIB

Peringati Tahun Baru Islam, Santri Bunayya Tampilkan Tari Saman Cilik dan Raih Penghargaan Prestasi

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:55 WIB

Petani Resah, Harimau Dilaporkan Berkeliaran di Pegunungan Blang Pegayon

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:29 WIB

Ridwansyah SP, Budaya “Panglo” Kearifan Lokal Menekan Biaya Tanam Kopi

Senin, 25 Mei 2026 - 12:13 WIB

Bantuan Bibit Kopi Pemerintah Picu Kebingungan Petani soal Aturan Hutan Lindung

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:01 WIB

Harimau Sumatera Serang Warga di Gayo Lues

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:11 WIB

Kunjungi Gayo Lues, Kapolda Aceh Minta Polisi Perkuat Pelayanan ke Masyarakat

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan