Logika Dibatalkan oleh Masuk Akal atau Tidak Masuk Akal
Moral Dibatalkan oleh Perbuatan Baik dan Buruk
Estetika Dibatalkan oleh Bagus atau Tidaknya Sesuatu (Rocky Gerung)
TAJUK RENCANA | insetgalusnews.com | Kehidupan manusia sesungguhnya dibangun di atas tiga pilar utama “logika, moral, dan estetika”. Ketiganya menjadi penyangga bagi “nalar, hati, dan rasa”. Namun, di tengah derasnya arus opini instan dan budaya serba cepat, tiga serangkai ini kerap tereduksi hingga kehilangan makna terdalamnya.
Logika, yang mestinya menjadi ruang pengasahan daya pikir, sering dipersempit menjadi sekadar kategori masuk akal atau tidak masuk akal. Padahal, akal sehat bukanlah stempel ya atau tidak, melainkan ruang dialog panjang yang menuntut data, fakta, dan analisis yang jernih.
Moral, yang idealnya berakar pada nilai luhur dan suara nurani, kini sering dikecilkan menjadi sekadar ukuran baik atau buruk, yang sayangnya amat relatif. Akibatnya, moral kehilangan pijakan kokoh, tergantikan oleh selera mayoritas, atau bahkan suara paling keras yang mendominasi ruang publik.
Estetika, yang seharusnya menumbuhkan kepekaan rasa dan apresiasi, turut digeser menjadi penilaian dangkal “bagus atau tidak bagus”. Akhirnya, seni, lingkungan, bahkan wajah sosial kita, hanya dipandang dari permukaan, tanpa pernah diselami makna dan kedalaman yang terkandung di dalamnya.
Bahaya muncul ketika logika, moral, dan estetika hanya dibaca melalui tafsir yang dangkal. Ruang publik berubah menjadi arena penghakiman instan, bukan lagi wadah perjumpaan gagasan. Demokrasi pun kehilangan ruh deliberasi, sementara manusia berhenti bertumbuh menjadi pribadi yang arif dan bijak.
Tugas kita bersama adalah mengembalikan martabat tiga pilar ini. Logika harus dirawat dengan nalar terbuka, moral dipelihara dengan keberanian nurani, dan estetika dihormati sebagai cermin keindahan hidup. Tanpa itu, kita hanya akan hidup dalam dunia serba instan “menghakimi tanpa memahami, menilai tanpa menghayati”.
Redaksi | insetgalusnews | Tajuk rencana ini adalah pandangan resmi redaksi Insetgalusnews, ditulis dengan menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers.


































