Mengapa RI-1 Menoleh ke Gayo Lues?

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 02:29 WIB

50861 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di Jakarta, Presiden bisa memilih ribuan panggung megah untuk tampil gagah. Tapi kenapa tiba-tiba menoleh ke Gayo Lues, sebuah kabupaten yang jalannya lebih sering berlubang daripada janji politik? Mungkin karena di sini ada kopi yang lebih jujur dari politisi, hutan yang lebih setia daripada pejabat, dan rakyat yang masih percaya kalau negara benar-benar hadir, bukan sekadar mampir untuk foto.

TAJUK RENCANA | insetgalusnews.com | Setiap kali nama Gayo Lues disebut di panggung nasional, ada getar yang berbeda. Kabupaten kecil di ujung Tanah Gayo ini bukan sekadar titik di peta Aceh, melainkan sebuah “mosaik” hutan tropis terakhir, kopi dengan cita rasa dunia, tari Saman yang mendunia, dan rakyat sederhana yang masih menanti jalan mulus serta fasilitas pendidikan setara kota.

Mungkin itulah sebabnya RI 1 “dengan segala agenda kenegaraan yang padat” menaruh perhatian pada Gayo Lues. Di sini, Presiden tidak hanya melihat barisan pepohonan raksasa di Leuser, tetapi juga potret bagaimana negara diuji! apakah pembangunan hanya berhenti di kota besar, ataukah menembus pegunungan dan lembah yang berliku menuju Blangkejeren.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gayo Lues punya daya tarik tersendiri. Tari Saman telah mematri nama daerah ini di forum UNESCO. Kopi Gayo menjadi bahasa diplomasi di meja perundingan internasional. Dan Leuser adalah “paru-paru dunia” yang membuat setiap pemimpin harus berpikir dua kali sebelum mengorbankannya.

Namun, di balik sorotan itu, Gayo Lues juga menyimpan paradoks! Sebagai daerah termiskin dengan angka kemiskinan yang mencolok, infrastruktur jalan tak jarang menyerah pada longsor, dan anak-anak sekolah masih merindukan fasilitas yang layak. Barangkali inilah alasan terbesar RI 1 patut hadir “bukan sekadar meninjau program GDAD”, tetapi memastikan keadilan pembangunan tidak berhenti di pinggir kota.

Presiden tentu paham, kunjungan ke Gayo Lues bukan hanya simbol. Ia adalah pesan politik! negara hadir di pelosok. Pesan ekologis! hutan ini warisan dunia. Pesan budaya! Saman adalah kebanggaan bersama. Dan pesan ekonomi! kopi rakyat tidak boleh terus dipermainkan harga pasar.

Tajuk ini ingin mengingatkan, kehadiran RI 1 di Gayo Lues seharusnya bukan sebatas agenda seremonial, melainkan momentum. Momentum untuk menegaskan bahwa republik ini tidak boleh meninggalkan miniatur Indonesia yang bernama Gayo Lues.

Kalau hutan adalah nafas dunia, maka rakyat di kaki Leuser adalah denyutnya. Dan tanpa denyut itu, Indonesia takkan pernah lengkap.


Catatan Redaksi | Ini cuma tajuk, bukan titah istana. Kalau terasa pedas, anggap saja sambal teman kopi Gayo.” Tajuk ini ditulis bukan untuk menyusun protokol kunjungan kenegaraan, apalagi meramal agenda Presiden. Isinya lebih mirip kopi Gayo, ada pahit ada harum, kadang bikin melek, kadang bikin gelisah.

Berita Terkait

ANEKDOT Tiga Sekawan Dan Mukjizat Tanaman Kopi
Dia Tu Lagi Lucu Lucunya…. Jaman Dulu; Kerja-Baru Prestasi-Jaman Digital; Penghargaan Dulu-Kerja Nanti
Negeri dalam Mode “Siap, Pak!” Kalau Semua Bilang “Siap”, Siapa yang Bilang Salah?
Kopi Sudah Mau Go International, GERETEK Masih Cari Sinyal
Jembatan Darurat Pintu Rime-Pining. Menutup Kekosongan Kebijakan Pasca Bencana. Siapa Yang Berperan?
Kriminal Ramai, Akhlak Sepi
Huntara dan Tanggung Jawab Pelaksana yang Tak Boleh Samar
Ganja Dibasmi, Kemiskinan Dibiarkan? Setelah Dibakar, Lalu Mau Diapain?  

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 12:37 WIB

Lagi, Polisi Amankan Dua Pria dan Sita 1,65 Gram Sabu di Kampung Jawa

Senin, 14 September 2026 - 14:30 WIB

Sungai Tripe Meluap, Dua Akses Penghubung Kecamatan di Gayo Lues Tak Bisa Dilintasi

Minggu, 13 September 2026 - 16:38 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria, Sabu 1,28 Gram Disita

Rabu, 9 September 2026 - 11:10 WIB

Delapan Titik Longsor Puteri Betung Lumpuhkan Jalan Kutacane-Blangkejeren

Rabu, 9 September 2026 - 08:30 WIB

Kebakaran Dini Hari di Kutepanyang, 17 Rusak Berat, 3 Rusak Ringan

Jumat, 4 September 2026 - 20:12 WIB

Komisi I Apresiasi Polres Ungkap Peredaran Sabu. Ia Dorong Polisi Kejar Pemasok

Jumat, 4 September 2026 - 17:54 WIB

Polisi Tangkap Pria di Gele, Sabu 0,64 Gram Jadi Barang Bukti

Rabu, 2 September 2026 - 10:50 WIB

Aceh Masuk Kategori Siaga BMKG, Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengintai

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan