GAYO LUES | insetgalusnews.com | Memasuki hari kedelapan pasca Bencana Hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Gayo Lues, sebanyak 60 desa dilaporkan terancam kehilangan akses air bersih. Kondisi ini terjadi setelah 60 titik sumber air pedesaan mengalami kerusakan berat dan tidak dapat difungsikan.
Berdasarkan pantauan insetgalusnews.com dilokasi, Rabu (3/12/2025) di sejumlah lokasi terdampak, kerusakan terparah ditemukan di tujuh kecamatan, yakni Tripe Jaya, Dabun Gelang, Pantan Cuaca, Pining, Putri Betung, Blangkejeren, dan Rikit Gaib.
Hingga hari kedelapan, masyarakat di sejumlah desa mulai kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari, sementara sistem distribusi darurat belum berjalan optimal. Pemerintah pusat dan Provinsi Aceh diharapkan segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi krisis air bersih ini, mengingat kondisi warga semakin memprihatinkan.
Pemerintah Kabupaten Gayo Lues telah melaporkan situasi darurat ini dan meminta dukungan penuh dalam bentuk bantuan teknis, perbaikan infrastruktur air bersih, serta penyaluran logistik air untuk mengurangi dampak krisis yang sedang berlangsung.
Redaksi | insetgalusnews


































