Hari ke-16 Bencana Hidrometeorologi, Nilai Infrastruktur 18 Tahun Lalu Kini Setara Rp1 Triliun

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Kamis, 11 Desember 2025 - 12:59 WIB

50474 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES | insetgalusnews.com | Kerusakan infrastruktur akibat bencana hidrometeorologi di Gayo Lues kini mulai dihitung secara detail, terutama terkait kebutuhan anggaran untuk membangunnya kembali. Memasuki hari ke-16 bencana, data menunjukkan nilai pembangunan infrastruktur pada masa lalu meningkat drastis jika dikonversi ke nilai saat ini.

Jembatan gantung darurat penghubung antar desa

Kepala Dinas PUPR Gayo Lues, Chairuddin Kasiman, Rabu (11/12) menjelaskan, jembatan dan jalan yang kini rusak parah sebagian besar dibangun sekitar 18 tahun lalu. Pada masa itu, nilai pembangunannya diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah.

Namun dengan kondisi saat ini, termasuk inflasi, perubahan harga material, serta standar konstruksi yang semakin tinggi, nilai tersebut melonjak signifikan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jika dihitung dengan nilai rupiah hari ini, biaya untuk membangun kembali infrastruktur yang rusak bisa mencapai sekitar Rp1 triliun,” kata Chairuddin.

Jembatan komposit Desa Rigep, Dabun Gelang

Menurut data insetgalusnews hingga 11 Desember 2025, terdapat 88 unit jembatan yang rusak total dan hanyut, terdiri dari 12 jembatan rangka baja, 13 unit jembatan komposit, 5 jembatan baja WF, 2 jembatan Bailey, 56 jembatan gantung, dan puluhan badan jalan yang amblas. Seluruhnya membutuhkan perbaikan dan pembangunan ulang secara menyeluruh.

Chairuddin menegaskan, perbandingan nilai tersebut menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah dalam mengajukan usulan anggaran ke pemerintah pusat maupun lembaga terkait. Ia memastikan Pemkab Gayo Lues tidak akan mampu menanggulangi pembangunan itu secara mandiri, mengingat lonjakan nilai yang hampir sepuluh kali lipat tersebut menunjukkan betapa besar tantangan rekonstruksi pascabencana di Gayo Lues.

Berita ini ditayangkan menggunakan perangkat satelit.

Redaksi | insetgalusnews

Berita Terkait

Mobil Pikap Terjun ke Pinggir Sungai di Ruas Blangkejeren-Kutacane, DPRK Soroti Penanganan Longsor
Petani Resah, Harimau Dilaporkan Berkeliaran di Pegunungan Blang Pegayon
Ridwansyah SP, Budaya “Panglo” Kearifan Lokal Menekan Biaya Tanam Kopi
Bantuan Bibit Kopi Pemerintah Picu Kebingungan Petani soal Aturan Hutan Lindung
Harimau Sumatera Serang Warga di Gayo Lues
Kunjungi Gayo Lues, Kapolda Aceh Minta Polisi Perkuat Pelayanan ke Masyarakat
Kapolres Gayo Lues Ganjar Personel Berprestasi, IDI Beri Apresiasi atas Pengungkapan Kasus Dokter Muda
Akses Perkebunan Rusak, Warga Terpaksa Panggul Bibit Kopi Kelokasi Tanam

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 07:42 WIB

SERIAL FEATURE EDWAR CANTO; Kembali ke Gayo Lues, Mengabdi Tanpa Henti

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:21 WIB

SERIAL FEATURE “EDWAR CANTO” Di Antara Dentuman Senjata dan Mimpi Menjadi Peneliti

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:07 WIB

SERIAL FEATURE “EDWAR CANTO” Dari Pedalaman Pining Menuju Pentas Pengabdian Nasional

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:58 WIB

Mengenal Lebih Dekat Sosok Inspiratif Doktor Sartika Mayasari

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:38 WIB

Menapaki Jejak Pengabdian Bung Khairuddin, dari Ruang Kelas hingga Kursi Ketua KIP Gayo Lues

Kamis, 26 Maret 2026 - 17:22 WIB

Mudik yang Tertunda, Drama di Balik Terungkapnya Pembunuhan di Hari Fitri 1447H

Sabtu, 7 Maret 2026 - 19:33 WIB

Dia bernama Ibnu Hasim

Sabtu, 7 Maret 2026 - 18:23 WIB

Jejak Pengabdian “Bang Bram Aceh” Di Tanoh Gayo

Berita Terbaru

INTERNASIONAL

Shakira Kembali Jadi Pelantun Lagu Resmi Piala Dunia 2026

Kamis, 11 Jun 2026 - 22:01 WIB

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan