Akhirnya Pemuda Gayo Lues Bersuara

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Kamis, 28 Agustus 2025 - 13:50 WIB

50445 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi mahasiswa PSDKU Unsyiah pada 26 Agustus 2025 bukan sekadar unjuk rasa spontan. Ia adalah tanda bahwa generasi muda negeri seribu bukit telah bangkit, menolak diam, dan berani menagih janji pembangunan yang semakin jauh dari denyut rakyat

Tajuk Rencana | insetgalusnews.com | Aksi mahasiswa PSDKU Unsyiah dengan beberapa tuntutan yang mereka gaungkan Selasa 26 Agustus 2025 kemarin bukanlah sekadar unjuk rasa sesaat. Ia adalah tanda, bahwa generasi muda di negeri seribu bukit ini sudah tidak lagi mau diam melihat arah pembangunan yang kian jauh dari denyut nadi rakyat.

Selama ini, wacana pembangunan kerap berhenti di ruang rapat pejabat dan dokumen-dokumen resmi. Namun, di balik kertas-kertas itu, rakyat masih bergulat dengan harga kebutuhan pokok yang tidak terkendali, jalan rusak di pelosok, fasilitas kesehatan terbatas, serta sekolah yang jauh dari layak.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kini, suara mahasiswa menjadi alarm keras. Mereka menuntut transparansi, efisiensi, pemerataan, dan penghentian gaya hidup mewah pejabat. Tuntutan itu sederhana, tetapi menyentuh inti, anggaran daerah adalah amanah rakyat, bukan sarana untuk memoles citra pribadi.

Lebih jauh, mahasiswa menekankan pentingnya roadmap ekonomi dengan target pertumbuhan jelas, penguatan sektor pertanian, pariwisata, serta pemberantasan tambang ilegal yang merusak hutan dan menggerogoti masa depan. Dari ruang kelas dan kampus, mereka turun ke jalan demi menyuarakan ketidakadilan yang dirasakan petani, guru, pelajar, hingga masyarakat terpencil di Lesten, Remukut, dan Tetingi.

Ini adalah momentum penting. Ketika pemuda mulai bersuara, ia menjadi cermin bahwa masyarakat tak lagi ingin hanya menjadi penonton dari kebijakan yang dijalankan elitis. Mereka menolak menjadi generasi yang pasrah. Mereka memilih menjadi generasi yang lantang, yang menagih janji, dan yang berani mengingatkan.

Tajuk ini bukan untuk membenarkan semua bentuk aksi. Tertib dan damai adalah syarat mutlak. Namun, substansi yang dibawa mahasiswa jelas “Gayo Lues tidak butuh simbol kemewahan, melainkan pembangunan yang nyata, merata, adil, dan berkelanjutan”.

Akhirnya, pemuda bersuara. Pertanyaannya? beranikah pemerintah mendengar, atau sekadar menyambut tanpa tindak lanjut?


Redaksi | insetgalusnews | Tulisan ini adalah tajuk rencana, bukan straight news. Kalau ada yang merasa tersindir, mungkin cermin sedang mengarah kepada anda

Berita Terkait

Melelang Jaya, Kampungnya Persiapan, PJ-nya Ikut Program Jangka Panjang! Alamak!!!
ANEKDOT Tiga Sekawan Dan Mukjizat Tanaman Kopi
Dia Tu Lagi Lucu Lucunya…. Jaman Dulu; Kerja-Baru Prestasi-Jaman Digital; Penghargaan Dulu-Kerja Nanti
Negeri dalam Mode “Siap, Pak!” Kalau Semua Bilang “Siap”, Siapa yang Bilang Salah?
Kopi Sudah Mau Go International, GERETEK Masih Cari Sinyal
Jembatan Darurat Pintu Rime-Pining. Menutup Kekosongan Kebijakan Pasca Bencana. Siapa Yang Berperan?
Kriminal Ramai, Akhlak Sepi
Huntara dan Tanggung Jawab Pelaksana yang Tak Boleh Samar

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 15:58 WIB

AML Nilai MBG Lebih Tepat Dikelola Melalui Dapur SPPG

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:49 WIB

Kebakaran Hanguskan 11 Rumah di Kampung Lokop Baru Gayo Lues

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:50 WIB

Dari Gayo Lues ke Jakarta, Bupati Suhaidi Perjuangkan 7 Jembatan dan Jalan Lesten

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:45 WIB

Tegang di Dukuh Atas, 1.814 Mahasiswa Suarakan Delapan Tuntutan kepada Pemerintah

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:36 WIB

Muhammadiyah Gayo Lues Galang Dana untuk Korban Kebakaran di Jagong Jeget

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:16 WIB

Satu Tewas dalam Bentrokan Antar Kelompok di Menteng, Delapan Orang Diamankan Polisi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:52 WIB

Jelang Kongres II PNA, Irwandi Yusuf Nyatakan Siap Pimpin Kembali Partai

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:05 WIB

Di Balik Konten yang Menuai Kecaman, Ada Penyesalan; Dea Arranoya Memilih Meminta Maaf ke Publik

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan