Akidah Melorot, Akhlak Amburadul: Gayo Lues, Kita Ngomongin Kamu

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Kamis, 31 Juli 2025 - 09:33 WIB

501,047 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dulu negeri seribu hafiz, Sekarang Seribu kasus manis-pahit. Ayah lupa anak itu darah, Disangka gebetan, duh… parah!

Warung tuak buka 24 jam, Kalah minimarket, lebih geram. Live TikTok sambil mabuk ria, Yang nonton? Emaknya juga ikut bahagia.

Agama disimpan, bukan diamalkan, Buku yasin pun jarang dibacakan. Masjid sunyi, grup WA ramai, Ceramah kalah sama status yang nyeleneh, ambyar, damai.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dinas syariat? Masih loading, Kadang muncul, kadang roaming. Superhero tanpa jubah katanya, Tapi sinyalnya kayak di hutan belantara.

Mari sadar sebelum telat, Sebelum Gayo cuma tinggal adat. Ayo jaga moral, jaga iman, Biar tak ganti slogan: “Syariat? Cuma di iklan!”

TAJUK RENCANA | insetgalusnews.com | Dulu orang bilang Gayo Lues itu negeri 1000 hafiz. Tapi sekarang, jangan-jangan sudah jadi negeri 1000 masalah. Di tanah yang dikenal religius ini, akidah justru seperti celana gombrong-longgar dan gampang melorot. Sementara akhlak? Sudah lama naik becak, dan entah kenapa belum balik-balik sampai sekarang.

Mari kita lihat parade keprihatinan terbaru, seorang ayah yang “lupa” bahwa anak kandung itu bukan calon pacar. Warung tuak yang dulunya malu-malu buka, sekarang malah buka 24 jam kayak minimarket. Kalau dulu orang minum sembunyi di kebun belakang, sekarang ngopi tuak sambil live TikTok. Kita nggak tahu harus sedih atau kirim gift stiker nangis.

Fenomena ini tentu tidak muncul begitu saja seperti mie instan. Ada proses perlahan, dari abai terhadap nilai agama, keluarga yang sibuk main HP ketimbang main peran sebagai pendidik, sampai tokoh masyarakat yang lebih aktif di grup WhatsApp daripada di majelis taklim.

Ajaran agama, yang mestinya jadi panduan hidup, kini nasibnya mirip buku yasin habis tahlilan-dibungkus kain, disimpan di rak, dibaca kalau ada waktu (atau musibah). Akibatnya? Masyarakat kehilangan antibodi moral. Dulu, anak muda Gayo Lues rebutan ikut pengajian. Sekarang? Rebutan sinyal buat nonton konten viral yang tidak mendidik.

Dan jangan remehkan efek sampingnya: rasa aman hilang, kepercayaan luntur, dan generasi muda tumbuh bingung-mana jalan ke surga, mana jalan ke kafe. Kalau ini terus berlanjut, jangan salahkan siapa-siapa kalau nanti Gayo Lues ganti slogan: “Adat bersendi syariat, syariat bersendi… sinetron?”

Lalu apa solusinya? Tentu bukan dengan saling menyalahkan sambil ngopi tuak bareng. Sudah saatnya orang tua turun gunung atau setidaknya turun dari kasur, dan mulai mendidik anak dari rumah. Jangan serahkan semua ke sekolah, apalagi ke YouTube.

Masjid dan sekolah harus kembali jadi markas moral, bukan sekadar tempat upacara dan tempat tidur siang pas khutbah Jumat.

Dan di sinilah Dinas Syariat Islam seharusnya tampil sebagai superhero tanpa jubah-nggak perlu bisa terbang, yang penting bisa turun ke lapangan.

Jangan cuma diam menyamar bak ninja pensiun, atau muncul sekilas kayak sinyal di kampung. Sekalipun “celam celum”, yang penting hadir-lebih sering terlihat di tengah masyarakat ketimbang hanya nongol di undangan rapat atau feed Instagram.

Tampil dengan semangat, bukan dengan seremonial. Bawakan dakwah yang menyentuh, bukan yang cuma formalitas. Gelar pelatihan akhlak yang bikin hati meleleh, bukan hanya sekadar absen dan foto bersama. Dan adakan penyuluhan yang lebih rutin daripada update story.

Kolaborasi dengan tokoh agama, pemuda, emak-emak pengajian, sampai komunitas jomblo istiqomah juga harus digalakkan. Karena kalau semua sibuk sendiri, yang sibuk merusak justru makin jadi-jadi.

Gayo Lues tidak boleh puas dikenal karena adat dan syariat yang cuma ada di baliho. Masyarakat religius itu bukan cuma yang tahu baca doa, tapi juga yang paham kapan harus bilang tidak pada perbuatan nista.

Kalau tidak ada perubahan, siap-siap saja: hari ini kita ketawa getir baca berita, besok bisa nangis beneran hadapi kenyataan. Maka mari jaga Gayo Lues, sebelum akhlaknya benar-benar lost in translation.


Catatan Redaksi: Tajuk ini ditulis sebagai bentuk keprihatinan yang dibungkus dengan sedikit tawa karena kadang, satu tawa getir bisa lebih nyaring dari seribu ceramah. Tujuannya membangun kesadaran bersama, bukan menyindir yang sudah sadar apalagi yang sudah insaf.

Berita Terkait

ANEKDOT Tiga Sekawan Dan Mukjizat Tanaman Kopi
Dia Tu Lagi Lucu Lucunya…. Jaman Dulu; Kerja-Baru Prestasi-Jaman Digital; Penghargaan Dulu-Kerja Nanti
Negeri dalam Mode “Siap, Pak!” Kalau Semua Bilang “Siap”, Siapa yang Bilang Salah?
Kopi Sudah Mau Go International, GERETEK Masih Cari Sinyal
Jembatan Darurat Pintu Rime-Pining. Menutup Kekosongan Kebijakan Pasca Bencana. Siapa Yang Berperan?
Kriminal Ramai, Akhlak Sepi
Huntara dan Tanggung Jawab Pelaksana yang Tak Boleh Samar
Ganja Dibasmi, Kemiskinan Dibiarkan? Setelah Dibakar, Lalu Mau Diapain?  

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 10:29 WIB

Back Pick Astatine AceWin Casino Europa Środkowa Get Started Betista Casino

Selasa, 15 September 2026 - 10:29 WIB

Przetrwać Sprzedawca Otrzymać _ w całej Polsce Join Now Snatch Online Casino

Selasa, 15 September 2026 - 10:29 WIB

Milyen Üdvözöl Ösztönzőt Gyakorol PoneClub Kaszinó Kijelenti Magát – Hungary Play Instantly Snatch Kazino

Selasa, 15 September 2026 - 10:29 WIB

Créneau Horaire Plan Secret Survie Larivera Online Casino _ région européenne Join the Action

Selasa, 15 September 2026 - 10:29 WIB

Define Requital Choice ( Visa , Mastercard , Malus Pumila Bear Merely ) · Australian continent Grab Your Bonus https://www.rocketspinpokies.com

Selasa, 15 September 2026 - 10:29 WIB

How To Find Legitimate Digital Platforms Maria Bingo – Nord-Europa Start Winning

Selasa, 15 September 2026 - 10:29 WIB

The Master And Amateurish Sportsman Auspices Roleplay ( PASPA ) · US Spin to Win https://funcasino-bonus.org

Selasa, 15 September 2026 - 10:29 WIB

Payment Method And Currentness Plump For Fastpay Casino Bonuses • Australia Start Playing

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan