DPR RI: Jangan-Jangan Cuma Satu yang Terpilih? Masyarakat catat Cuma Irmawan Yang Ingat

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Rabu, 6 Agustus 2025 - 10:52 WIB

501,311 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petani dilarang cangkul di tanah, Tambang dijemput dengan karpet merah. Rakyat bersuara-disebut gaduh, Perusahaan bisik-langsung disetujuh.

DPR katanya ramai dipilih, Tapi ke lapangan, cuma satu yang terlihat. Yang lain reses? Atau rehat di ruang sunyi penuh isyarat?

Suara rakyat tak sedahsyat modal, Maka jerit petani pun terdengar normal. Wakil yang bicara hanya segelintir, Sisanya jadi pajangan di daftar hadir.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kalau cukup satu yang ingat jerit, Untuk apa pilih banyak dengan sulit? Lain kali cukup satu yang jujur berdiri, Yang lain… silakan pensiun dini

TAJUK RENCANA | insetgalusnews.com | Rakyat disuruh memilih, lalu disuruh diam. Inilah kenyataan getir yang dirasakan warga Kecamatan Putri Betung dan Pantan Cuaca, Gayo Lues.

Petani yang turun ke ladang kini menghadapi larangan dari Perpres No. 5 Tahun 2025, yang menyetop aktivitas perkebunan rakyat di Kawasan Ekosistem Leuser. Namun, di saat bersamaan, izin eksplorasi tambang justru mendapat karpet merah di hutan Tengkereng.

Petani menggenggam cangkul dilarang. Perusahaan menggenggam bor, disambut hangat. Beginikah logika kebijakan?

Namun ada yang lebih senyap dari hutan yang ditebang, suara wakil rakyat di Senayan. Dari sekian nama yang dipilih rakyat Aceh I, hanya satu yang terlihat hadir di tengah masyarakat, menyimak jeritan petani-H Irmawan.

Lalu, di mana yang lain?

Apakah reses berarti rehat di ruang sunyi tanpa rakyat? Atau mungkin urusan rakyat tak sepadat agenda-agenda lainnya?

Kalau hanya satu wakil yang hadir, untuk apa rakyat bersusah payah memilih banyak nama? Apakah kita sedang membangun demokrasi representatif, atau hanya menyusun daftar hadir simbolis?

Wakil rakyat seharusnya menjadi jembatan antara suara rakyat dan kebijakan negara, bukan pagar sunyi yang hanya muncul dalam baliho atau momen pemilu.

Lebih ironis jika ada yang lebih rajin menyambangi perusahaan tambang, ketimbang ladang-ladang rakyat yang dilarang bertani. Jangan-jangan, suara rakyat memang tak sepadat suara modal.

Rakyat Gayo Lues menanti kejelasan. Kalau memang hanya satu yang bicara dan turun langsung, mungkin ke depan cukup satu saja yang dipilih. Selebihnya, biarlah pensiun dengan tenang.


Tajuk Rencana ini adalah pandangan redaksi Insetgalusnews.com, disusun berdasarkan dinamika sosial yang berkembang di Gayo Lues, khususnya polemik Perpres No. 5/2025 dan isu eksplorasi tambang di kawasan hutan Tengkereng. Gaya satire digunakan sebagai bentuk kritik sosial yang sah dan dilindungi dalam praktik jurnalistik.

Redaksi terbuka untuk hak jawab dan klarifikasi dari seluruh pihak yang disebutkan atau merasa berkepentingan.

Berita Terkait

Jembatan Darurat Pintu Rime-Pining. Menutup Kekosongan Kebijakan Pasca Bencana. Siapa Yang Berperan?
Kriminal Ramai, Akhlak Sepi
Huntara dan Tanggung Jawab Pelaksana yang Tak Boleh Samar
Ganja Dibasmi, Kemiskinan Dibiarkan? Setelah Dibakar, Lalu Mau Diapain?  
Bencana Hidrometeorologi Aceh-Pengingat Bagi Kamu Aku dan Dia
Bencana Hidro! Alam Berdzikir dan Amanah Diuji
Cermin Retak Perbaikan Jalan Blangkejeren-Kutacane, Negara Diuji di Pegunungan Gayo Lues
Sodara Dari Abdya, Ia Ada Bersama Kita

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 09:36 WIB

Bupati-Wabup Tegaskan Disiplin ASN, Plt Sekda; Kepala SKPK Wajib Awasi dan Evaluasi

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:42 WIB

Ketua HWK Apresiasi Kinerja Polres Galus, Soroti Pentingnya Perlindungan Perempuan

Senin, 23 Maret 2026 - 18:04 WIB

Polres Gayo Lues Targetkan Ungkap Kasus Pembunuhan 2×24 Jam

Selasa, 17 Maret 2026 - 19:43 WIB

Pererat Silaturahmi Pengurus, DPD II Partai Golkar Gayo Lues Gelar Buka Puasa Bersama

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:46 WIB

Warga Temukan Jasad Membusuk di Sangir, Polisi Lakukan Penyelidikan

Selasa, 24 Februari 2026 - 15:14 WIB

Vendor Sebut Pembangunan Huntara di Pungke Jaya Di Hentikan Tanpa Penjelasan

Senin, 23 Februari 2026 - 20:01 WIB

Mantan Calon Bupati Terlibat, Polres Galus Bongkar Jaringan Ganja Yang Dikendalikan Dari LP

Minggu, 15 Februari 2026 - 21:01 WIB

Progres Pembangunan Huntara Capai 50 Persen, Sejumlah Lokasi Ditarget Rampung Sebelum Ramadhan

Berita Terbaru

Jakaria SHut Praktisi Petani Kopi yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan & Permukiman Kabupaten Gayo Lues

GAYO LUES

Jakaria S Hut; Tanaman Kopi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Warga

Kamis, 23 Apr 2026 - 21:22 WIB

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan