Logika | Moral | Estetika “Pilar yang Sering Direduksi”

INSET GALUS NEWS

- Redaksi

Rabu, 3 September 2025 - 19:31 WIB

50468 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logika Dibatalkan oleh Masuk Akal atau Tidak Masuk Akal

Moral Dibatalkan oleh Perbuatan Baik dan Buruk

Estetika Dibatalkan oleh Bagus atau Tidaknya Sesuatu (Rocky Gerung)

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

TAJUK RENCANA | insetgalusnews.com | Kehidupan manusia sesungguhnya dibangun di atas tiga pilar utama “logika, moral, dan estetika”. Ketiganya menjadi penyangga bagi “nalar, hati, dan rasa”. Namun, di tengah derasnya arus opini instan dan budaya serba cepat, tiga serangkai ini kerap tereduksi hingga kehilangan makna terdalamnya.

Logika, yang mestinya menjadi ruang pengasahan daya pikir, sering dipersempit menjadi sekadar kategori masuk akal atau tidak masuk akal. Padahal, akal sehat bukanlah stempel ya atau tidak, melainkan ruang dialog panjang yang menuntut data, fakta, dan analisis yang jernih.

Moral, yang idealnya berakar pada nilai luhur dan suara nurani, kini sering dikecilkan menjadi sekadar ukuran baik atau buruk, yang sayangnya amat relatif. Akibatnya, moral kehilangan pijakan kokoh, tergantikan oleh selera mayoritas, atau bahkan suara paling keras yang mendominasi ruang publik.

Estetika, yang seharusnya menumbuhkan kepekaan rasa dan apresiasi, turut digeser menjadi penilaian dangkal “bagus atau tidak bagus”. Akhirnya, seni, lingkungan, bahkan wajah sosial kita, hanya dipandang dari permukaan, tanpa pernah diselami makna dan kedalaman yang terkandung di dalamnya.

Bahaya muncul ketika logika, moral, dan estetika hanya dibaca melalui tafsir yang dangkal. Ruang publik berubah menjadi arena penghakiman instan, bukan lagi wadah perjumpaan gagasan. Demokrasi pun kehilangan ruh deliberasi, sementara manusia berhenti bertumbuh menjadi pribadi yang arif dan bijak.

Tugas kita bersama adalah mengembalikan martabat tiga pilar ini. Logika harus dirawat dengan nalar terbuka, moral dipelihara dengan keberanian nurani, dan estetika dihormati sebagai cermin keindahan hidup. Tanpa itu, kita hanya akan hidup dalam dunia serba instan “menghakimi tanpa memahami, menilai tanpa menghayati”.


Redaksi | insetgalusnews | Tajuk rencana ini adalah pandangan resmi redaksi Insetgalusnews, ditulis dengan menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers.

Berita Terkait

Jembatan Darurat Pintu Rime-Pining. Menutup Kekosongan Kebijakan Pasca Bencana. Siapa Yang Berperan?
Kriminal Ramai, Akhlak Sepi
Huntara dan Tanggung Jawab Pelaksana yang Tak Boleh Samar
Ganja Dibasmi, Kemiskinan Dibiarkan? Setelah Dibakar, Lalu Mau Diapain?  
Bencana Hidrometeorologi Aceh-Pengingat Bagi Kamu Aku dan Dia
Bencana Hidro! Alam Berdzikir dan Amanah Diuji
Cermin Retak Perbaikan Jalan Blangkejeren-Kutacane, Negara Diuji di Pegunungan Gayo Lues
Sodara Dari Abdya, Ia Ada Bersama Kita

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:51 WIB

Jalan Blangkejeren-Kutacane Kembali Longsor, Pengguna Jalan Diminta Waspada

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:42 WIB

42 Santri Al Bunayya Ikuti Haflah Takrim, Karmilawati Tuntaskan Hafalan 30 Juz

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:24 WIB

Peringati Tahun Baru Islam, Santri Bunayya Tampilkan Tari Saman Cilik dan Raih Penghargaan Prestasi

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:55 WIB

Petani Resah, Harimau Dilaporkan Berkeliaran di Pegunungan Blang Pegayon

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:29 WIB

Ridwansyah SP, Budaya “Panglo” Kearifan Lokal Menekan Biaya Tanam Kopi

Senin, 25 Mei 2026 - 12:13 WIB

Bantuan Bibit Kopi Pemerintah Picu Kebingungan Petani soal Aturan Hutan Lindung

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:01 WIB

Harimau Sumatera Serang Warga di Gayo Lues

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:11 WIB

Kunjungi Gayo Lues, Kapolda Aceh Minta Polisi Perkuat Pelayanan ke Masyarakat

Berita Terbaru

error: Maaf, konten ini dilindungi. silakan hubungi redaksi jika membutuhkan kutipan